ID EN

CAHN Hadapi Lawan Berat di ACL Elite, The Cong Viettel Berpontensi Jumpa Persib

Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:59

Penulis: Arif S

 AFC Champions League (ACL) II.
AFC Champions League (ACL) II.. Foto: AFC

Dua klub Vietnam mendapat tantangan berat pada kompetisi antarklub Asia musim 2026/27. CAHN FC harus menghadapi deretan klub elite di AFC Champions League Elite, sementara The Cong Viettel masuk grup yang berpotensi menyulitkan di AFC Champions League Two (ACL 2).

CAHN menjadi satu-satunya wakil Vietnam di kompetisi kasta tertinggi Asia. Tim asuhan Alexandre Polking itu lolos ke fase utama setelah mengalahkan Adelaide United dengan skor 2-0 pada babak play-off.

Namun, jalan terjal sudah menanti di fase utama. CAHN ditempatkan sebagai unggulan keempat zona Asia Timur dan harus menghadapi sejumlah klub papan atas dari Jepang, China, serta Malaysia.

Lawan CAHN FC antara lain Kashima Antlers, Vissel Kobe, Kashiwa Reysol, Kyoto Sanga, dan Gamba Osaka dari Jepang. Selain itu, CAHN juga akan berhadapan dengan Shanghai Port dan Beijing FC dari China serta Johor Darul Ta'zim dari Malaysia.

CAHN Hadapi Lima Klub Jepang

Banyaknya wakil Jepang menjadi salah satu tantangan terbesar bagi CAHN. Jepang merupakan salah satu kekuatan utama sepak bola Asia dengan tradisi kuat di kompetisi kontinental.

Kashima Antlers datang dengan status sebagai mantan juara Asia, sementara Gamba Osaka memiliki pengalaman panjang di kompetisi AFC. Vissel Kobe, Kashiwa Reysol, dan Kyoto Sanga juga akan menguji kemampuan klub Vietnam itu.

Di luar wakil Jepang, Shanghai Port, Beijing FC, serta Johor Darul Ta'zim juga bukan lawan mudah. Ketiga klub memiliki sumber daya finansial, materi pemain, serta pengalaman bermain di level internasional.

Format kompetisi membuat setiap pertandingan memiliki nilai penting. AFC Champions League Elite 2026/27 tidak lagi menggunakan format fase grup tradisional. 

Setiap tim akan memainkan delapan pertandingan melawan delapan lawan berbeda, terdiri dari empat laga kandang dan empat laga tandang.

Seluruh hasil pertandingan kemudian dihitung dalam satu klasemen untuk menentukan tim yang berhak melangkah ke babak berikutnya.

Bagi CAHN, format itu berarti tidak banyak ruang untuk kehilangan poin. Konsistensi sejak pertandingan pertama akan menjadi kunci untuk menjaga peluang lolos.

Tantangan The Cong Viettel di ACL 2

Tantangan serupa menanti The Cong Viettel di AFC Champions League Two 2026/27.

Klub Vietnam berada di Grup E zona Asia Timur bersama FC Seoul dari Korea Selatan, Melbourne Victory dari Australia, serta pemenang play-off antara Persib Bandung dan Manila Digger.

Komposisi itu langsung membuat Grup E menjadi salah satu grup yang menarik perhatian.

FC Seoul merupakan salah satu klub besar Korea Selatan dengan pengalaman panjang di kompetisi Asia. Sementara Melbourne Victory dikenal dengan permainan yang mengandalkan kekuatan fisik dan intensitas tinggi.

The Cong Viettel juga masih harus menunggu siapa yang mengisi slot terakhir. Jika Persib Bandung berhasil mengalahkan Manila Digger pada play-off, wakil Indonesia akan bergabung ke Grup E.

Kehadiran Persib akan menambah tantangan tersendiri bagi The Cong Viettel. Selain kualitas Maung Bandung, klub Vietnam itu juga harus menghadapi tekanan ketika bertanding di Indonesia jika kedua tim bertemu di kandang Persib.

Dua Wakil Vietnam Diuji Klub Elite Asia

CAHN dan The Cong Viettel sama-sama menghadapi perjalanan yang menuntut konsistensi. CAHN akan bersaing di level tertinggi melawan sejumlah klub Jepang, China, dan Malaysia.

Sementara The Cong Viettel harus melewati persaingan Grup E yang diisi klub berpengalaman dari Korea Selatan, Australia, serta Indonesia atau Filipina.

Bagi sepak bola Vietnam, dua kompetisi itu menjadi kesempatan untuk mengukur perkembangan klub dalam menghadapi persaingan di level Asia.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!