ID EN

Traveling ke Bogor, Jangan Lewatkan Ruang Publik yang Jadi Panggung Seniman Lokal

Senin, 24 Agustus 2026 | 15:00

Penulis: Respaty Gilang

Salah satu pentas seni budaya di Taman Siliwangi
Salah satu pentas seni budaya di Taman Siliwangi, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.. Foto: Pemkab Bogor

Ada cara lain untuk mengenal Bogor selain menyusuri kawasan Puncak, menikmati panorama pegunungan, atau berburu kuliner. Cobalah melihat bagaimana kehidupan seni dan budaya bergerak di ruang-ruang publiknya.

Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sejumlah ruang publik mulai dimanfaatkan sebagai tempat bertemunya masyarakat, seniman, budayawan, hingga komunitas. Bagi traveler, ruang-ruang ini menawarkan pengalaman yang berbeda: mengenal karakter sebuah daerah melalui aktivitas masyarakatnya.

Konsep tersebut membuat perjalanan tidak hanya berhenti pada kegiatan melihat tempat, tetapi juga memberi kesempatan untuk berinteraksi dengan kehidupan lokal.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan penyediaan ruang ekspresi menjadi salah satu bagian dari pembangunan fasilitas publik yang dilakukan pemerintah daerah.

“Sebagian memang sudah direncanakan lama dan dieksekusi cukup signifikan di kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto,” katanya.

Menemukan Budaya Bogor dari Ruang Publik

Beberapa ruang publik yang kini bisa dimanfaatkan sebagai tempat berekspresi antara lain Alun-Alun Tegar Beriman Cibinong, Cibinong Setu Plaza, Taman Siliwangi, kawasan Gelora Pakansari, Auditorium dan Gedung Tegar Beriman, hingga sejumlah alun-alun yang berada di tingkat kecamatan.

Bagi wisatawan, keberadaan ruang seperti ini menarik karena pengalaman mengenal destinasi tidak selalu harus dilakukan melalui museum atau gedung pertunjukan.

Seni bisa hadir di taman kota. Pertunjukan budaya dapat ditemukan ketika masyarakat sedang menikmati akhir pekan. Komunitas juga memiliki kesempatan memperkenalkan karya mereka kepada publik dalam suasana yang lebih santai.

Pemerintah Kabupaten Bogor melihat ruang publik bukan sekadar fasilitas untuk berkumpul, tetapi juga sebagai tempat bertemunya kreativitas, seni, dan kebudayaan.

Artinya, traveler yang ingin mendapatkan pengalaman lebih dekat dengan kehidupan lokal bisa memasukkan ruang-ruang publik tersebut ke dalam agenda perjalanan, terutama ketika ada kegiatan komunitas atau pertunjukan budaya.

Car Free Day Jadi Panggung Terbuka

Salah satu momentum yang dimanfaatkan sebagai ruang ekspresi adalah car free day atau CFD. Kegiatan yang berlangsung secara berkala ini tidak hanya menjadi tempat masyarakat berolahraga dan menikmati suasana pagi tanpa kendaraan, tetapi juga memberi panggung bagi sanggar seni dan budayawan.

Di sinilah pengalaman wisata bisa terasa lebih spontan.

Traveler tidak harus datang dengan agenda khusus untuk menyaksikan pertunjukan seni. Aktivitas budaya dapat ditemukan bersamaan dengan kegiatan masyarakat pada akhir pekan.

Selain CFD, ruang ekspresi juga hadir melalui berbagai gelaran budaya di tingkat kabupaten maupun kecamatan. Pemerintah daerah bersama komunitas dan perangkat daerah turut mengadakan kegiatan yang memberikan kesempatan bagi pelaku seni untuk menampilkan karya mereka.

Konsep seperti ini sebenarnya memperkaya pengalaman wisata karena kebudayaan tidak ditempatkan sebagai sesuatu yang jauh dan formal. Sebaliknya, budaya hadir di tengah aktivitas sehari-hari masyarakat.

Mengapa Ruang Publik Penting untuk Pariwisata Bogor?

Bagi sebuah destinasi, pengalaman wisatawan tidak hanya ditentukan oleh pemandangan atau fasilitas. Karakter lokal juga menjadi bagian penting yang membuat sebuah perjalanan terasa berkesan.

Ruang publik dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk mengenali karakter tersebut.

Traveler bisa melihat bagaimana seniman lokal berkarya, bagaimana komunitas berinteraksi, hingga bagaimana masyarakat menjaga kesenian dan tradisi daerah tetap relevan dengan kehidupan masa kini.

Ajat mengatakan keberadaan ruang-ruang tersebut diharapkan membuat kebudayaan daerah tidak sekadar menjadi peninggalan masa lalu, tetapi terus berkembang melalui kreativitas masyarakat.

“Ruang ekspresi, ruang kreasi, dan ruang kolaborasi ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah untuk melestarikan dan mempromosikan kebudayaan daerah, khususnya di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Bagi Bogor, langkah ini juga membuka peluang untuk memperluas cara wisatawan mengenal daerah tersebut. Selama ini, citra Bogor begitu lekat dengan wisata alam dan kawasan pegunungan. Padahal, ada sisi lain yang bisa dieksplorasi melalui seni, komunitas, ruang kreatif, hingga aktivitas budaya masyarakat.

Ke depan, semakin banyak ruang publik yang aktif dengan kegiatan seni dan budaya dapat menciptakan pengalaman wisata yang lebih hidup.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!