Mandalika Mendunia, MotoGP 2026 Diharapkan Perkuat Promosi Wisata Indonesia
Jumat, 18 September 2026 | 17:01
Penulis: Arif S

Mandalika tidak hanya bersiap menjadi arena balap motor dunia. Kawasan pariwisata di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu juga diharapkan semakin kuat sebagai pintu promosi pariwisata Indonesia ke pasar internasional melalui gelaran MotoGP Indonesia 2026.
Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan penyelenggaraan MotoGP Indonesia di Sirkuit Pertamina Mandalika turut mempercepat pengembangan pariwisata di kawasan itu dan NTB secara lebih luas.
"Ajang MotoGP Indonesia ini mempercepat pengembangan pariwisata di The Mandalika," ujar Maya saat menghadiri rapat koordinasi persiapan teknis ajang MotoGP Indonesia di Mandalika, Lombok Tengah, NTB.
BACA JUGA
Penjualan Awal Tiket MotoGP Indonesia 2026 Raup Rp2,4 Miliar, Efek Mario Aji dan Veda Ega
Nonton MotoGP Mandalika Sambil Camping di Pantai, Cara Berbeda Menikmati Balapan di Lombok
Penjualan Tiket MotoGP Mandalika 2026 Tembus 51 Persen, Ada Peran 2 Pembalap Indonesia
Menurut Maya, efek penyelenggaraan MotoGP dan berbagai ajang balap lainnya mulai terlihat dari meningkatnya kunjungan wisatawan ke Lombok. Arus wisatawan datang baik dari pasar domestik maupun mancanegara.
"Wisatawan asing yang datang ke Lombok itu sangat banyak, ini membawa devisa yang tinggi bagi NTB dan untuk Indonesia," katanya.
Bagi industri pariwisata, kehadiran wisatawan mancanegara dalam jumlah besar membawa arti lebih luas daripada sekadar peningkatan kunjungan.
Event olahraga internasional seperti MotoGP membuka ruang bagi Indonesia untuk memperkenalkan destinasi dan pengalaman wisata secara global.
Maya mengatakan penyelenggaraan MotoGP di Mandalika memperkuat national branding Indonesia di dunia. Karena itu, Mandalika diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu wajah pariwisata Indonesia di mata internasional.
"Mandalika ini diharapkan bisa menjadi penguatan promosi pariwisata Indonesia," katanya.
MotoGP Indonesia 2026 pada 9-11 Oktober memiliki daya tarik tambahan bagi publik Tanah Air. Untuk pertama kalinya dalam konteks penyelenggaraan tahun ini, dua pembalap lokal akan tampil di kelas berbeda.
Kehadiran Mario Aji dan Veda Ega Pratama menjadikan balapan di Mandalika memiliki dimensi berbeda.
"Dua pembalap kebanggaan Indonesia Mario Aji di Moto2 dan Veda Ega Pratama di Moto3 akan tampil di Sirkuit Mandalika," katanya.
Selain menjadi agenda olahraga internasional, MotoGP 2026 juga menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia untuk melihat pembalap nasional berlaga di hadapan publik sendiri.
Dari sisi pemerintah daerah, kesiapan menjadi tuan rumah terus dikebut. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pemerintah provinsi bersama InJourney telah mempersiapkan kebutuhan untuk penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026.
"Berbagai improvement sudah dilakukan baik terkait konektivitas, pengamanan, fasilitas dan pelibatan masyarakat lokal dalam pelaksanaan MotoGP," katanya.
MotoGP Indonesia di Mandalika telah berlangsung lima kali. Pengalaman itu menjadi modal dalam menyiapkan penyelenggaraan tahun ini agar aspek teknis dan pelayanan dapat berjalan dengan baik.
Bagi Pemprov NTB, keberhasilan event tidak hanya diukur dari kelancaran balapan. Dampak yang dirasakan masyarakat sekitar juga menjadi bagian penting dari penyelenggaraan MotoGP.
"Ajang ini harus bisa memberikan dampak kepada masyarakat lokal. Kawasan Mandalika tidak boleh dipandang sebagai entitas eksklusif milik pemerintah pusat, melainkan milik masyarakat NTB," katanya.
Lalu berharap kehadiran event berskala internasional ikut mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.
"MotoGP ini adalah momentum dan master event-nya di Mandalika, mari sama-sama sukseskan 'event' ini," katanya
Direktur Operasi ITDC Troy Warokka mengatakan kesiapan penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026 telah mencapai 95 persen.
"Persiapan sarana dan prasarana pendukung serta perbaikan lintasan sirkuit terus dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan Dorna," jelasnya.
Mandalika kembali bersiap menyambut perhatian dunia pada Oktober mendatang. Di balik deru mesin MotoGP, kawasan ini membawa misi memperkenalkan Lombok dan potensi pariwisata NTB sekaligus memperkuat promosi Indonesia melalui event olahraga berkelas internasional.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!