Soekarno Run BWX, Cara Baru Menikmati Banyuwangi Lewat Wisata Olahraga
Sabtu, 19 September 2026 | 14:10
Penulis: Arif S

Banyuwangi tidak hanya menawarkan pantai, lanskap alam, dan kekayaan budaya sebagai alasan untuk berkunjung. Pada Minggu 20 September 2026, kota di ujung timur Jawa Timur itu juga menjadi panggung bagi ribuan pelari melalui Soekarno Run BWX, ajang olahraga yang dirancang untuk mendorong perkembangan sport tourism di Jawa Timur.
Soekarno Run BWX membawa gagasan lebih luas. Lari ditempatkan sebagai cara untuk mempertemukan olahraga dengan pariwisata, sejarah, budaya, sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengatakan olahraga lari dipilih karena memiliki kedekatan dengan nilai-nilai perjuangan Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno.
BACA JUGA
Diikuti 25.000 Peserta, MAIR 2026 Jakarta International 10K Dorong Gaya Hidup Sehat dan Aktif
Jakarta Incar Status Kota Lari Asia Tenggara, Event Sport Tourism Diperkuat
Kawah Ijen Masih Ditutup untuk Wisatawan, Ini Kondisi Terbarunya
"Ada keberanian, kegigihan, persatuan, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai itu harus terus diwariskan kepada generasi muda melalui aktivitas positif yang melibatkan masyarakat secara luas," ujar Said dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Menurut Said, aktivitas berlari memiliki simbol kuat karena setiap peserta harus terus bergerak, menjaga daya tahan, dan berusaha mencapai garis finis dengan kemampuan sendiri. Semangat itu diharapkan menjadi representasi api perjuangan Bung Karno yang terus hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Daya Tarik lainnya, Banyuwangi menjadi bagian penting dari pengalaman peserta karena rute lomba dirancang melewati sejumlah kawasan bersejarah dan eksotik, termasuk Pantai Marina Boom.
Pilihan itu menjadikan kegiatan lari sekaligus menjadi cara lain untuk menikmati Banyuwangi. Peserta tidak hanya mengejar catatan waktu, tetapi juga mendapatkan pengalaman berolahraga di tengah karakter destinasi yang menjadi salah satu kekuatan pariwisata Banyuwangi.
Minat terhadap olahraga lari terus berkembang, terutama di kalangan anak muda. Data Strava menunjukkan partisipasi dalam klub lari secara global meningkat 59 persen pada 2024, sementara Indonesia mencatat pertumbuhan hingga 83 persen.
Perkembangan itu menunjukkan bagaimana lari semakin berkembang dari aktivitas individual menjadi ruang untuk membangun komunitas dan interaksi sosial.
Laporan Strava mencatat olahraga kelompok semakin berperan dalam mempertemukan orang dan membangun hubungan sosial.
"Hal ini menunjukkan bahwa olahraga, khususnya lari, telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat dan ruang untuk membangun interaksi sosial di kalangan anak muda," katanya.
Tren itu menjadi salah satu konteks bagi penyelenggaraan Soekarno Run BWX.
Dengan menghadirkan peserta dari berbagai latar belakang, olahraga lari tidak hanya ditempatkan sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai aktivitas yang dapat mempertemukan masyarakat dalam suasana lebih terbuka.
Said berharap kehadiran ribuan peserta di Banyuwangi dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Sebab, sebuah event olahraga berskala besar biasanya tidak berhenti pada lintasan lomba.
Peserta dan wisatawan membutuhkan tempat menginap, transportasi, makanan dan minuman, perlengkapan olahraga, serta berbagai kebutuhan lain selama berada di daerah penyelenggara.
Rangkaian kebutuhan itu menciptakan peluang bagi pelaku usaha lokal untuk ikut menikmati perputaran ekonomi dari sebuah event olahraga.
"Kami ingin Soekarno Run tidak berhenti sebagai kompetisi lari, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah tempat event ini diselenggarakan," ucap Said.
Banyuwangi dipandang memiliki modal kuat untuk mengembangkan konsep itu. Kekayaan destinasi wisata, budaya, dan sejarah dapat menjadi pelengkap pengalaman peserta sebelum maupun sesudah mengikuti perlombaan.
Soekarno Run BWX berada di persimpangan tiga aktivitas, berolahraga, berwisata, dan berinteraksi dengan masyarakat lokal.
Dengan pola seperti ini, sport tourism tidak sekadar mendatangkan peserta untuk bertanding, tetapi membuka kesempatan agar mereka tinggal lebih lama dan mengenal destinasi di sekitarnya.
Partisipasi masyarakat juga menjadi bagian dari konsep penyelenggaraan. Soekarno Run BWX terbuka bagi masyarakat dari berbagai kalangan, bukan hanya atlet dan pelari berpengalaman.
"Kami juga menyediakan kategori khusus pelajar," katanya.
Ajang itu juga menghadirkan sejumlah atlet lari, di antaranya Ricky Martin Simbolon, Daniel Simanjuntak, dan Immanuel Hutasoit.
Soekarno Run BWX menawarkan hadiah total Rp1 miliar. Penyelenggara menempatkan kegiatan ini sebagai salah satu rangkaian agenda DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang akan berlanjut hingga November.
Pada akhirnya, Soekarno Run BWX bukan semata menawarkan pengalaman tentang siapa paling cepat mencapai garis finis. Di Banyuwangi, langkah para pelari diarahkan untuk membawa mereka lebih dekat dengan lanskap wisata, kehidupan masyarakat, dan potensi ekonomi kreatif daerah.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!