ID EN

FIFA ASEAN Cup 2026: Euforia GBK Saat Indonesia Kalahkan Singapura 2-0

Sabtu, 26 September 2026 | 12:30

Penulis: Rojes Saragih

Jakarta -  Nyanyian suporter menggema, jersey Merah Putih memenuhi tribun, dan setiap gol disambut ledakan kegembiraan. Jumat (25/9/2026) malam, Gelora Bung Karno benar-benar menjadi rumah bagi Garuda.

Ribuan pecinta sepak bola memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk menyaksikan langsung laga perdana Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 menghadapi Singapura.

Bukan sekadar datang untuk menonton pertandingan, para penonton membawa energi dan cerita masing-masing. Ada yang datang bersama teman, sahabat, rekan kerja, hingga keluarga. Mereka berkumpul dengan satu tujuan: memberikan dukungan langsung kepada Timnas Indonesia.

Untuk melihat lebih dekat atmosfer pertandingan dan antusiasme penonton, Reporter ITSMe Syafira bersama tim meliput langsung laga Indonesia kontra Singapura dari SUGBK.

Sejak sebelum pertandingan dimulai, suasana di sekitar stadion sudah dipenuhi penonton. Jersey Timnas, jaket, syal, dan berbagai aksesori bernuansa Merah Putih menjadi bagian dari pemandangan di sekitar SUGBK.

Bagi para penonton, datang langsung ke stadion bukan hanya tentang menyaksikan pertandingan selama 90 menit. Ada pengalaman berkumpul, bernyanyi, meneriakkan chant, dan merasakan atmosfer pertandingan Timnas secara langsung.

Kecintaan terhadap sepak bola juga terlihat lintas generasi. Sejumlah ibu datang bersama anak mereka untuk menyaksikan perjuangan Garuda. Bagi sebagian keluarga, kecintaan terhadap Timnas tumbuh dari rumah dan diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Begitu pertandingan dimulai, suara dari tribun semakin menggema. Nyanyian, tepuk tangan, dan teriakan suporter terus mengiringi setiap serangan Indonesia.

Euforia pertama pecah pada menit ke-13.

Luke Vickery yang bergerak di sisi kanan mengirimkan umpan mendatar ke depan gawang. Ragnar Oratmangoen menyambutnya dan berhasil membawa Indonesia unggul 1-0.

GOOOL!

Seketika, SUGBK bergemuruh. Tribun yang sebelumnya dipenuhi ketegangan berubah menjadi perayaan. Para penonton berdiri, berteriak, dan merayakan gol pertama Garuda.

Keunggulan tersebut bertahan hingga babak pertama berakhir. Indonesia masih terus berusaha menambah gol, sementara Singapura mencoba keluar dari tekanan.

Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan semakin ketat. Singapura bahkan harus bermain dengan 10 pemain setelah Safuwan Baharudin mendapat kartu merah menyusul tinjauan VAR.

Situasi tersebut kembali membuat tribun GBK bergemuruh.

Dari tendangan bebas setelah pelanggaran tersebut, bola mengenai tangan pemain Singapura di dalam kotak penalti. Wasit kemudian menunjuk titik putih.

Ole Romeny maju sebagai eksekutor.

Dengan tenang, Romeny menaklukkan kiper Singapura dan menggandakan keunggulan Indonesia menjadi 2-0 pada menit ke-74.

Ledakan kegembiraan kembali pecah di GBK.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-0 tidak berubah. Indonesia mengawali perjalanan di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan tiga poin.

Namun, kemenangan atas Singapura bukan satu-satunya cerita dari malam di GBK.

Ada cerita tentang teman yang datang bersama, rekan kerja yang meluangkan waktu setelah aktivitas sehari-hari, hingga ibu dan anak yang menikmati pertandingan sebagai pengalaman keluarga.

Semua berpadu menjadi satu suasana: euforia pecinta Sepak Bola Indonesia ketika melihat Garuda membuka perjalanan di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan.

Malam di GBK pun ditutup dengan senyum para penonton. Kemenangan 2-0 menjadi awal perjalanan Indonesia di Grup A.

Berikutnya, tantangan baru sudah menanti. Indonesia akan menghadapi Malaysia pada Senin (28/9/2026) di Stadion Utama Gelora Bung Karno.