Garuda Indonesia Sediakan 170.845 Kursi Penerbangan Domestik Gratis Bagi Wisman
Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:45
Penulis: Arif S

Garuda Indonesia membuka peluang bagi wisatawan mancanegara menjelajah Indonesia tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk penerbangan domestik. Melalui program Free Domestic Flight, maskapai nasional itu menyediakan sebanyak 170.845 kursi penerbangan domestik gratis bagi wisman pemegang tiket perjalanan pulang-pergi internasional Garuda Indonesia.
Program ini berlaku untuk periode penerbangan 1 Agustus hingga 30 November 2026. Jumlah 170.845 kursi disesuaikan dengan tanggal peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Program Free Domestic Flight menjadi bagian dari upaya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney untuk menarik lebih banyak wisatawan asing sekaligus mendorong mereka tidak hanya menjadikan Jakarta dan Bali sebagai satu-satunya tujuan perjalanan.
BACA JUGA
Indonesia Tergeser, Jepang Jadi Tujuan Liburan Favorit Turis Australia
Wisatawan Malaysia Jadi Penyumbang Terbesar Turis Asing ke Indonesia
Dibayangi Ketegangan dengan China, Pariwisata Jepang Tetap Melejit di 2025
Kepala Pemasaran Grup Garuda Indonesia Prina Eka Putri mengatakan, layanan penerbangan domestik gratis dirancang agar wisatawan mancanegara memiliki kesempatan memperluas perjalanan mereka ke berbagai destinasi lain di Indonesia.
"Tujuannya adalah agar tidak hanya berhenti di satu titik di Indonesia, tapi juga merambah ke domestic destination lainnya yang ada di Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Dorong Wisman Jelajahi Lebih Banyak Destinasi Indonesia
Selama ini, Jakarta dan Bali masih menjadi pintu masuk utama bagi sebagian besar wisatawan mancanegara. Melalui program Free Domestic Flight, Garuda Indonesia ingin membuka akses lebih luas agar perjalanan wisman dapat berlanjut ke berbagai daerah lain.
Wisatawan asing dapat memperoleh fasilitas penerbangan domestik gratis dengan menggunakan layanan Garuda Indonesia untuk perjalanan internasional mereka.
Pemesanan dapat dilakukan melalui situs atau aplikasi Garuda Indonesia, layanan WhatsApp Garuda Indonesia, maupun agen perjalanan.
Menariknya, wisatawan yang baru mengetahui program itu setelah memulai perjalanan tetap memiliki kesempatan menikmati fasilitas selama penerbangannya dilakukan dalam periode program.
"Nanti kita akan atur itu free domestic flight-nya mereka akan dapatkan asalkan terbangnya di periode program ini berjalan," katanya.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kementerian Pariwisata Dedi Ahmad Kurnia menilai program itu memiliki arti strategis bagi sektor pariwisata Indonesia. \
Sekitar 70 persen wisatawan mancanegara datang ke Indonesia menggunakan transportasi udara. Dengan akses penerbangan domestik lebih mudah, pemerintah berharap perjalanan wisatawan tidak hanya terkonsentrasi di Jakarta atau Bali.
"Tidak hanya datang ke Jakarta atau Bali, tetapi bagaimana ini bisa membuat kita discover more Indonesia, ke destinasi lain di Indonesia," kata Dedi.
Gratis Terbang dengan Harapan Wisman Tinggal Lebih Lama
Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Pemerintah dan pelaku industri pariwisata berharap adanya penerbangan domestik gratis, wisman dapat mengunjungi lebih banyak destinasi dan memperpanjang masa tinggal mereka di Indonesia.
Vice President Corporate Secretary InJourney Yudhistira Setiawan mengatakan, peningkatan akses penerbangan domestik berpotensi memberikan dampak langsung terhadap jumlah destinasi yang dikunjungi, lama tinggal, hingga pengeluaran wisatawan di daerah tujuan.
Berdasarkan data InJourney, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara pada triwulan kedua 2026 mencapai sekitar 1.285 dolar AS, dengan rata-rata lama tinggal selama 10 malam.
Kehadiran program Free Domestic Flight diharapkan mampu meningkatkan angka tersebut dengan mendorong wisatawan untuk menambahkan tujuan perjalanan selama berada di Indonesia.
"Yang kita perpanjang bukan tentang perjalanannya. Tetapi length of stay-nya dan juga aktivitas wisatanya serta spending-nya di destinasi-destinasi tersebut," katanya.
Dengan semakin banyak destinasi dikunjungi, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata diharapkan dapat tersebar lebih luas.
Pelaku usaha lokal, UMKM, penyedia akomodasi, sektor kuliner, hingga berbagai layanan wisata di daerah berpotensi mendapatkan dampak dari meningkatnya pergerakan wisatawan.
Program Free Domestic Flight menjadi salah satu strategi untuk mengubah pola perjalanan wisatawan mancanegara di Indonesia: datang melalui pintu utama, lalu melanjutkan petualangan ke lebih banyak destinasi.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!