Fulham Kejar Pesawat, Malaga Juara Turnamen Lewat Adu Penalti ke Gawang Kosong
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:00
Penulis: Arif S

Laga pramusim antara Fulham kontra Malaga di Trofeo Costa del Sol 2026 menghasilkan kisah komedi daripada pertandingan sepak bola pada umumnya. Laga di Stadion La Rosaleda berakhir imbang 2-2. Namun, ketika laga memasuki sesi adu penalti untuk menentukan pemenang, Fulham memilih meninggalkan lapangan.
Alasannya? Skuad asal London itu berada dalam tekanan waktu untuk mengejar penerbangan pulang.
Keputusan itu mengubah akhir pertandingan menjadi salah satu momen paling absurd pada rangkaian pramusim klub-klub Eropa. Malaga tetap melakoni adu penalti meski para pemain Fulham sudah tidak lagi berada di lapangan.
BACA JUGA
Brace Viktor Gyokeres Bawa Arsenal Libas Fulham dan Dekati Gelar Liga Inggris
Dua Raksasa Inggris Tumbang, Arsenal dan Liverpool Kalah di Laga Pramusim
Nottingham Forest vs Aston Villa: Duel Dua Wakil Inggris di Semifinal Liga Europa
Namun, cerita sebenarnya tidak sesederhana Fulham takut ketinggalan pesawat.
Beda Kesepakatan soal Adu Penalti
Polemik bermula dari perbedaan versi mengenai kesepakatan sebelum pertandingan.
Fulham mengklaim kedua tim telah menyetujui pertandingan tidak akan dilanjutkan adu penalti jika berakhir imbang.
Di sisi lain, Malaga memiliki pandangan berbeda dengan mengatakan sesi penalti telah menjadi bagian dari rencana pertandingan untuk menentukan juara Trofeo Costa del Sol.
Situasi semakin rumit karena Fulham harus segera berangkat menuju bandara. Laporan media Spanyol AS menyebut, tekanan jadwal penerbangan menjadi salah satu faktor pemicu keputusan tim asal Inggris meninggalkan La Rosaleda.
Dengan kata lain, Fulham tidak hanya berhadapan dengan persoalan perbedaan kesepakatan mengenai adu penalti, tetapi juga ancaman tertinggal pesawat.
Di tengah kebuntuan itu, rombongan Fulham memutuskan untuk pergi. Sementara Malaga tetap berada di lapangan.
Arbeloa Dapat Kartu Merah
Kekacauan di akhir pertandingan sebenarnya sudah mulai terasa sebelum peluit panjang dibunyikan.
Fulham sempat unggul melalui Ryan Sessegnon, tetapi Malaga mencetak gol penyeimbang melalui Chupete.
Fulham kembali memimpin di babak kedua.
Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan kemenangan Fulham, Malaga mendapatkan penalti di masa tambahan waktu.
Eneko Jauregi maju sebagai eksekutor dan mengonversi peluang menjadi gol. Skor berubah menjadi 2-2.
Keputusan wasit memicu protes keras dari kubu Fulham. Pelatih Álvaro Arbeloa menjadi salah satu figur paling emosional dan akhirnya mendapat kartu merah.
Setelah gol penalti Jauregi, ketegangan terus berlanjut hingga pertandingan berakhir.
Ketika Malaga bersiap untuk adu penalti, Fulham justru mengambil keputusan tidak biasa.
Fulham Pulang, Malaga Tetap Menembak
Para pemain Fulham memutuskan untuk meninggalkan lapangan. Sebaliknya, Malaga tetap menjalankan prosedur yang mereka yakini telah menjadi bagian dari kesepakatan pertandingan.
Tidak ada pemain Fulham yang bertahan ikut dalam adu penalti, termasuk penjaga gawang di bawah mistar.
Eneko Jauregi maju ke titik putih mengarahkan bola ke gawang kosong. Jauregi juga menendang bola ke gawang kosong kemudian merayakannya bersama rekan-rekan setim serta pendukung Malaga.
Tendangan itu menjadi gambaran sempurna dari kekacauan yang mengakhiri Trofeo Costa del Sol 2026.
Malaga dinyatakan sebagai pemenang dan mengangkat trofi di hadapan pendukung sendiri.
Akhir yang Sulit Dilupakan
Pada akhirnya, pertandingan Fulham melawan Malaga bukan lagi sekadar skor 2-2.
Laga itu berubah menjadi perdebatan mengenai kesepakatan sebelum pertandingan, keputusan penalti wasit yang memicu kartu merah untuk Alvaro Arbeloa, jadwal penerbangan Fulham, hingga penalti ke gawang kosong.
Málaga mendapatkan trofi.
Fulham mendapatkan penerbangan pulang.
Sepak bola mendapatkan kisah pramusim yang mungkin sulit untuk diulang.
Laga berakhir imbang, satu tim meninggalkan stadion, sementara lawannya tetap maju ke titik putih dan mencetak gol ke gawang kosong sebelum trofi diserahkan.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!