ID EN

Labuan Bajo Mulai Normal, Sejumlah Destinasi Wisata Masih Ditutup Pascagempa NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:30

Penulis: Arif S

Desa Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur
Arsip - Desa Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. . Foto: Kemenparekraf

Sejumlah destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih ditutup sementara pascagempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Penutupan sejumlah kawasan itu sebagai langkah kehati-hatian untuk memastikan keselamatan wisatawan di tengah aktivitas gempa susulan.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memantau kondisi destinasi melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF). 

Pemantauan dilakukan dengan verifikasi lapangan secara berkala ke hotel, restoran, dan destinasi wisata, sekaligus membuka layanan informasi bagi wisatawan dan pelaku usaha.

Sejumlah destinasi yang masih ditutup antara lain Wae Rebo dan Ruteng Pu'u di Manggarai, Taman Nasional Kelimutu di Ende, Taman Wisata Alam Laut Gugus Pulau Teluk Maumere di Sikka, serta beberapa kawasan wisata di Ngada dan Nagekeo.

Penutupan di Taman Nasional Kelimutu dilakukan setelah terjadi longsor pada dinding kawah. Sementara sejumlah destinasi di Ngada dan Nagekeo masih menghadapi kendala jaringan komunikasi dan pasokan listrik.

Penerbangan ke Sejumlah Wilayah Flores Masih Disesuaikan

Gempa juga berdampak pada konektivitas udara. Bandara Ende membatalkan seluruh penerbangan hingga 20 Agustus 2026. Sementara, Bandara Frans Sales Lega Ruteng membatalkan penerbangan Wings Air hingga 22 Agustus.

Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara Frans Seda Maumere, dan Bandara Gewayantana Larantuka tetap beroperasi dengan sejumlah penyesuaian jadwal.

Wisatawan yang berencana bepergian ke Flores perlu memperhatikan informasi terbaru sebelum berangkat. Pemerintah mengimbau calon pengunjung tidak hanya mengecek status destinasi, tetapi juga memastikan pilihan transportasi dan akomodasi dalam kondisi aman.

Untuk membantu wisatawan, BPOLBF membuka hotline informasi pariwisata di nomor 0811-3879-4555. Layanan ini menyediakan informasi mengenai kondisi destinasi, aksesibilitas, hingga akomodasi setelah gempa.

Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo Mulai Berangsur Normal

Di tengah sejumlah destinasi yang masih ditutup, kondisi pariwisata di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo berangsur pulih.

Pelabuhan Marina Labuan Bajo telah kembali beroperasi normal, sementara akses pelayaran menuju Taman Nasional Komodo juga telah dibuka.

Sejumlah destinasi wisata seperti Pulau Padar, Loh Liang di Pulau Komodo, Loh Buaya di Pulau Rinca, dan Gili Lawa mulai menerima wisatawan. Pada 17 Agustus 2026, jumlah kunjungan ke kawasan itu tercatat lebih dari 2.000 orang per hari.

Destinasi lainnya, seperti Pulau Kelor dan Kampung Adat Todo di Manggarai, tetap beroperasi dan ramai pengunjung. Sementara Batu Cermin telah kembali dibuka sejak 16 Agustus.

Perkembangan itu menunjukkan pemulihan aktivitas wisata tidak berlangsung seragam. Beberapa kawasan sudah kembali menerima wisatawan, sementara daerah lain masih membutuhkan waktu untuk memastikan kondisi lingkungan dan infrastrukturnya benar-benar aman.

Matoritas Hotel Aman 

Dari sektor akomodasi di Manggarai Barat, mayoritas hotel besar dilaporkan masih dalam kondisi aman dengan kerusakan ringan. Hotel seperti Ayana, Crowne Plaza, Sudamala, Ta'aktana Marriott, dan Meruorah tetap dapat beroperasi.

Pasokan listrik dan jaringan internet telah kembali normal. Tidak ada laporan tamu yang harus mempercepat kepulangan mereka.

Kementerian Pariwisata bersama BPOLBF akan terus melakukan pendataan dan verifikasi terhadap kondisi hotel, destinasi wisata, serta berbagai fasilitas pendukung pariwisata di kabupaten terdampak.

Koordinasi dilakukan dengan Kementerian Perhubungan dan AirNav untuk mendukung pemulihan operasional bandara melalui skema **Get Airport Ready for Disaster (GARD).

Wisatawan Diminta Cek Informasi Sebelum Berangkat

Pemerintah mengingatkan wisatawan yang memiliki rencana perjalanan ke Flores untuk mengutamakan keselamatan. Informasi dari sumber resmi, terutama mengenai kondisi destinasi, transportasi, dan akses jalan, perlu dipantau secara berkala.

Imbauan itu menjadi penting karena gempa susulan masih terjadi di sejumlah wilayah NTT.

Gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu 15 Agustus pukul 05.58 WITA atau 04.58 WIB. Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer dari Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Berdasarkan data BPBD NTT per 18 Agustus 2026 pukul 09.00 WITA, gempa menyebabkan 69 orang meninggal dunia, 331 orang luka, dan 34.689 orang mengungsi.

Sebanyak 19.297 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, terdiri atas 6.463 rumah rusak berat, 2.481 rusak sedang, dan 12.006 rusak ringan.

BMKG mencatat 2.403 gempa susulan hingga 18 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB, termasuk 24 gempa dengan magnitudo di atas 5.

Dampak paling signifikan tercatat di Kabupaten Manggarai dengan 26 korban meninggal dunia, Manggarai Timur 25 orang, serta Nagekeo delapan orang.

Sejumlah wilayah juga telah menetapkan status siaga bencana, antara lain Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Ende, dan Flores Timur.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!