ID EN

50 Pelatih Sepak Bola Lokal Indonesia Belajar dari 3 Pelatih Real Madrid Foundation

Jumat, 28 Agustus 2026 | 17:00

Penulis: Arif S

Konferensi pers YKK ASAO Kids Football Clinic di The Arena British School Jakarta
Konferensi pers YKK ASAO Kids Football Clinic di The Arena British School Jakarta, Tangerang Selatan. . Foto: Antara/Irfan

Real Madrid Foundation (RMF) membawa metodologi kepelatihan sepak bola usia muda ke Indonesia. Sebanyak 50 pelatih sepak bola lokal mendapatkan kesempatan mempelajari pendekatan pembinaan pemain muda dari tiga pelatih teknis RMF yang didatangkan khusus untuk program tersebut.

Ketiganya adalah Pablo Gomez Revenga, Carlos Gustavo Albert Garcia, dan Maria Bores Vazquez. Mereka memberikan pengetahuan mengenai metode latihan, pengembangan kemampuan pemain muda, hingga pembentukan karakter pesepak bola.

Director of Camps and Clinics Real Madrid Foundation Andres Muntaner Borrajo mengatakan program dirancang agar ilmu yang diperoleh para pelatih dapat diterapkan kepada pemain muda.

"Nantinya para pelatih mendapatkan pembelajaran mengenai pendekatan pengembangan sepak bola usia muda, metodologi kepelatihan, serta teknik-teknik pelatihan yang diterapkan RMF," ujar Andres dalam konferensi pers YKK ASAO Kids Football Clinic di The Arena British School Jakarta, Tangerang Selatan, Jumat.

Ilmu Tidak Berhenti di Lapangan Pelatihan

Andres berharap transfer pengetahuan tidak berakhir ketika program selesai. Para pelatih lokal diharapkan membawa pengalaman yang diperoleh kembali ke komunitas dan meneruskannya kepada pemain muda.

"Program ini menjadi bagian penting dari upaya membangun ekosistem sepak bola usia muda yang berkelanjutan. Transfer pengetahuan kepada pelatih lokal dapat memperluas dampak program karena pelatih memiliki peran strategis dalam membentuk kemampuan teknis sekaligus karakter pemain muda," katanya.

Tiga Pelatih RMF dengan Pengalaman Internasional

Transfer ilmu dilakukan tiga pelatih dengan pengalaman panjang dalam pengembangan sepak bola usia muda.

Pablo Gomez Revenga merupakan Manager of Camps and Clinics RMF dan telah bergabung dengan organisasi sejak 2009.

Sementara Carlos Gustavo Albert Garcia menjabat sebagai Head Coach RMF. Ia memiliki pengalaman dalam pengembangan pemain muda melalui berbagai proyek internasional.

Adapun Maria Bores Vazquez merupakan Technical Coach RMF. Sebelum terjun dalam program kepelatihan, ia memiliki pengalaman sebagai pemain sepak bola profesional dan pernah memperkuat Sevilla FC dan Atletico Madrid.

Kehadiran ketiga pelatih memberikan kesempatan kepada pelatih Indonesia untuk melihat langsung bagaimana metodologi Real Madrid Foundation diterapkan dalam proses pembinaan.

Melibatkan 340 Anak dari Panti Asuhan dan Komunitas

Program tidak hanya ditujukan kepada pelatih. YKK ASAO Kids Football Clinic turut melibatkan sekitar 340 anak dari panti asuhan dan berbagai komunitas.

Mereka mendapatkan kesempatan mengikuti sesi latihan sepak bola sekaligus menerima perlengkapan berupa jersey, celana pendek, kaus kaki, dan sepatu sepak bola.

Presiden YKK Holding Asia Kazuto Daimon mengatakan program tersebut telah memasuki penyelenggaraan ke-30 sejak pertama kali digelar pada 2007.

Tahun ini kegiatan berlangsung selama tiga hari, pada 28-30 Agustus, di The Arena, British School Jakarta (BSJ), Kota Tangerang Selatan.

"Tak hanya memberikan pelatihan, seluruh bola dan peralatan yang digunakan selama klinik juga akan didonasikan kepada sekolah-sekolah lokal dan organisasi nirlaba. Dengan demikian, manfaat program diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak dan komunitas di Indonesia," katanya.

Transfer Ilmu untuk Efek Jangka Panjang

Kolaborasi dengan Real Madrid Foundation memberikan dimensi berbeda dalam pengembangan sepak bola akar rumput di Indonesia. 

Para pelatih lokal tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dari profesional program pengembangan pemain muda.

"Melalui transfer ilmu dari para profesional Real Madrid Foundation kepada pelatih lokal, program tersebut diharapkan dapat memberikan efek jangka panjang bagi pembinaan sepak bola usia muda sekaligus memperkuat kapasitas pelatih Indonesia di tingkat komunitas," pungkasnya.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!