Konektivitas Bandara Husein Sastranegara Meningkat, Pariwisata dan UMKM Bandung Perlu Bersiap
Jumat, 4 September 2026 | 16:15
Penulis: Arif S

Peningkatan konektivitas penerbangan melalui Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, membuka peluang baru bagi perkembangan pariwisata dan ekonomi lokal. Namun, bertambahnya rute penerbangan perlu diikuti kesiapan ekosistem wisata dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar manfaatnya tidak berhenti pada meningkatnya jumlah penumpang.
Bandara Husein Sastranegara kembali dioptimalkan untuk melayani penerbangan domestik lintas pulau dan internasional. Kondisi ini membuka peluang lebih besar bagi Bandung untuk menarik wisatawan sekaligus memperluas pergerakan ekonomi di berbagai sektor.
General Manager Bandara Husein Sastranegara Granito W Hindrawan mengatakan peluang semakin terbuka seiring bertambahnya rute dan tingginya permintaan penerbangan menuju sejumlah destinasi wisata, salah satunya Denpasar, Bali.
BACA JUGA
TOURISE Awards 2027 Resmi Diluncurkan, Ada Kategori Baru Best Wellness Destination
Semarak Event Jawa Barat September 2026, Ada Bandung X Beauty hingga World Coconut Day
Kehadiran Restoran Kelas Dunia di Ubud Perkaya Plihan Wisata Kuliner Premium
“Kalau saat ini rute yang paling tinggi itu rute ke Denpasar. Denpasar itu bisa sampai 97-98 persen, sering sekali 100 persen,” ujarnya dalam konferensi pers di Bandung, Jumat.
Tingginya permintaan menuju Denpasar menjadi salah satu gambaran besarnya mobilitas penumpang dari Bandung. Di sisi lain, semakin banyak pilihan rute berpotensi memperluas akses wisatawan menuju Bandung, baik dari kota-kota di Indonesia maupun dari pasar internasional.
Saat ini Bandara Husein melayani sejumlah penerbangan menggunakan pesawat jet maupun propeller. Garuda Indonesia melayani rute Denpasar, sedangkan Citilink melayani Denpasar, Kualanamu, Balikpapan, Surabaya, dan Palembang. Adapun Susi Air melayani rute Halim Perdanakusuma dan Pangandaran.
Konektivitas akan semakin diperkuat dengan rencana pengoperasian Super Air Jet mulai 18 September. Maskapai itu akan melayani penerbangan dari Bandung menuju Kualanamu, Pekanbaru, Ujung Pandang, Pontianak, Denpasar, dan Balikpapan.
Dengan tambahan itu, total terdapat sekitar 10 rute penerbangan dari dan menuju Bandara Husein Sastranegara.
Pariwisata Bandung Perlu Menangkap Peluang
Bagi Bandung, bertambahnya konektivitas udara bukan sekadar persoalan transportasi. Arus penumpang semakin tinggi dapat menjadi pintu masuk bagi pertumbuhan berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari perdagangan, akomodasi, perjalanan wisata hingga industri kreatif.
Karena itu, Granito menilai peningkatan konektivitas perlu diikuti kesiapan ekosistem ekonomi di Bandung, terutama sektor pariwisata dan UMKM.
Pihak bandara mulai membangun koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Salah satunya melalui Paguyuban Pasar Baru yang menaungi sekitar 4.500 pedagang.
Kolaborasi diperlukan karena kawasan perdagangan dapat menjadi salah satu tujuan wisatawan yang datang ke Bandung. Meningkatnya kunjungan melalui jalur udara diharapkan turut menggerakkan aktivitas perdagangan dan memperluas peluang bagi pelaku usaha lokal.
“Teman-teman di Paguyuban Pasar Baru itu kami juga rapat. Kurang lebih mereka membawa sekitar 4.500 pedagang. Itu support banget karena mereka sudah kebayang bahwa akan ada peningkatan ekonomi yang bisa terjadi dengan adanya penerbangan internasional,” katanya.
Tidak hanya pedagang, kesiapan sektor pariwisata diarahkan pada penyediaan produk wisata yang dapat langsung ditawarkan kepada wisatawan. Pihak bandara menggandeng asosiasi hotel dan pelaku usaha perjalanan untuk menyiapkan paket wisata yang sesuai dengan kebutuhan calon wisatawan.
Koordinasi dilakukan antara lain bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Riung Priangan sebagai asosiasi hotel, serta pelaku usaha travel dan perhotelan.
"Beberapa juga sudah menyatakan minat untuk misalnya berpromosi di bandara dan lain-lain,” katanya.
Kehadiran promosi wisata di bandara dapat menjadi bagian penting dari rantai perjalanan wisatawan. Setelah tiba, calon wisatawan tidak hanya membutuhkan akses transportasi, tetapi juga informasi mengenai akomodasi, destinasi, kuliner, pusat belanja, hingga berbagai pengalaman wisata yang dapat dinikmati selama berada di Bandung.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!