PGA Tour dan DP World Tour Susun Era Baru Usai LIV Golf Ajukan Bangkrut
Minggu, 20 September 2026 | 13:53
Penulis: Respaty Gilang

Dunia golf profesional memasuki fase baru setelah LIV Golf mengajukan perlindungan kebangkrutan. Situasi tersebut ikut mendorong PGA Tour dan DP World Tour memperkuat kerja sama, sekaligus menyusun kembali struktur kompetisi golf internasional.
Di tengah perubahan tersebut, sejumlah pemain yang sebelumnya memilih bergabung dengan LIV Golf, seperti Jon Rahm, Bryson DeChambeau, dan Cameron Smith, kini menghadapi ketidakpastian mengenai kelanjutan karier mereka.
Rahm menjadi salah satu nama yang masih menunggu perkembangan proses hukum LIV Golf. Pegolf asal Spanyol itu mengatakan proses tersebut membutuhkan waktu sebelum arah masa depan para pemain bisa terlihat lebih jelas.
BACA JUGA
Juara Tanpa Kemenangan, Jon Rahm Buka Suara soal Reformasi Format dan Sistem Poin LIV Golf
Bintang LIV Golf Hadapi Babak Baru, Belum Ada Jalur Khusus Kembali ke PGA Tour
Format Baru PGA Tour Mulai 2028: Performa Jadi Penentu Naik dan Turun Kasta
“Ada proses hukum panjang yang harus mereka lalui sebelum banyak hal bisa berjalan sesuai rencana,” kata Jon Rahm.
Rahm juga belum dapat memastikan langkah berikutnya dalam karier profesionalnya.
“Saya benar-benar tidak bisa memberikan jawaban kepada Anda saat ini,” ujar Rahm.
PGA Tour Siapkan Dua Tingkatan Kompetisi
Sementara itu, PGA Tour terus mempersiapkan perubahan besar yang direncanakan mulai 2028. Struktur baru tersebut akan membagi kompetisi ke dalam dua tingkatan, yakni Championship Series sebagai level utama dan Challenger Series sebagai level berikutnya.
Sistem tersebut juga akan menggunakan mekanisme promosi dan degradasi. Dengan format ini, jalur menuju level tertinggi PGA Tour akan ditentukan melalui performa kompetitif para pemain.
CEO PGA Tour Brian Rolapp menegaskan bahwa pemain yang sebelumnya meninggalkan PGA Tour untuk bergabung dengan LIV Golf tidak akan memperoleh jalur otomatis untuk kembali.
“Dalam kondisi saat ini, kami tidak sedang mempertimbangkan program khusus bagi anggota yang kembali seperti yang Anda lihat pada Januari,” kata Brian Rolapp.
Menurut Rolapp, setiap pemain harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan untuk mendapatkan tempat di PGA Tour.
“PGA Tour dibangun berdasarkan meritokrasi. Setiap pemain, baik mereka anggota maupun ingin menjadi anggota, harus mendapatkan tempatnya. Kami adalah organisasi yang memiliki keanggotaan, kami memiliki aturan, dan aturan tersebut dibuat untuk berbagai alasan, termasuk keadilan dan keseimbangan kompetisi. Aturan itu penting dan harus ditegakkan,” kata Rolapp.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan aturan dan akuntabilitas dalam menjaga struktur kompetisi PGA Tour.
“Akuntabilitas dan disiplin merupakan elemen penting dalam setiap liga olahraga dan tentu saja bagi integritas PGA Tour serta olahraga ini. Hal-hal tersebut yang membuat tur tetap berjalan,” ujar Rolapp.
Jumlah Kartu PGA Tour Masih Dibahas
Perubahan struktur tersebut juga berdampak terhadap hubungan PGA Tour dengan DP World Tour. Kedua organisasi masih membahas jumlah kartu PGA Tour yang akan diberikan kepada pemain dari sirkuit Eropa.
Dalam sistem yang berlaku saat ini, 10 pemain teratas Race to Dubai mendapatkan status PGA Tour. Namun, mekanisme tersebut masih menjadi bagian dari pembahasan untuk struktur baru.
“Hal tersebut masih dalam pembahasan, baik secara internal maupun melalui diskusi kami yang berkelanjutan dengan DP World Tour,” ujar Rolapp.
Ia menyebut pembicaraan antara kedua pihak masih berlangsung dan sejumlah detail mengenai hubungan mereka belum final.
“Semangat dari pembicaraan tersebut sangat produktif. Kedua pihak berusaha berpikir kreatif mengenai bagaimana kami dapat memodifikasi dan meningkatkan hubungan yang sudah ada,” kata Rolapp.
Rory McIlroy Soroti Challenger Series
Rory McIlroy turut memberikan pandangannya mengenai posisi DP World Tour dalam sistem baru tersebut.
Pegolf asal Irlandia Utara itu mempertanyakan alasan pemain DP World Tour harus turun atau berpindah ke Challenger Series apabila ingin melanjutkan perjalanan menuju Championship Series.
“Saya tidak melihat alasan mengapa pemain DP World Tour harus pergi ke Challenger Series. Saya tidak melihatnya sebagai langkah maju dalam karier. Menurut saya, itu merupakan perpindahan yang sejajar,” kata Rory McIlroy.
McIlroy menilai pembahasan penting berikutnya adalah menentukan jumlah kartu yang dapat menjadi jalur dari DP World Tour menuju Championship Series.
“Tidak ada yang akan memperdebatkan bahwa Championship Series akan menjadi level tertinggi dalam golf tur yang bisa Anda mainkan. Setelah itu, persoalannya adalah menentukan jumlah kartu yang memadai untuk naik dari sini menuju Championship Series,” ujar McIlroy.
DP World Tour Kembali Perkuat Hubungan dengan Asian Tour
Selain restrukturisasi PGA Tour, DP World Tour juga memperkuat hubungan dengan Asian Tour melalui kesepakatan tiga pihak bersama PGA Tour.
Langkah ini menjadi perkembangan penting setelah Asian Tour sebelumnya memiliki hubungan komersial dengan LIV Golf melalui kesepakatan senilai sekitar US$300 juta. Hubungan tersebut berubah setelah Public Investment Fund atau PIF mengurangi dukungannya terhadap LIV Golf.
Dalam kesepakatan terbaru, pemenang Asian Tour Order of Merit akan mendapatkan kartu untuk tampil di DP World Tour. Sementara itu, pemain lain yang berada di posisi teratas akan memperoleh akses menuju HotelPlanner Tour.
Sejumlah turnamen Asia juga akan masuk dalam kalender DP World Tour melalui status co-sanctioned. Beberapa di antaranya adalah Hong Kong Open, Deutsche Bank Singapore Open, dan Australian Open.
DP World Tour Hadapi Persaingan LIV Golf
Chief Tournament and Operations Officer DP World Tour Ben Cowen mengatakan komunikasi dengan CEO Asian Tour Cho Minn Thant kembali dilakukan untuk membangun hubungan resmi antarkedua tur.
“Saya dan Cho terus berkomunikasi selama beberapa tahun terakhir. Saya selalu mengatakan kepadanya, ‘Akan tiba waktunya, saya berharap kita bisa bekerja sama lagi,’” kata Ben Cowen.
Cowen mengatakan dirinya memahami keputusan Asian Tour ketika memilih bekerja sama dengan LIV Golf pada 2021.
“Saya sangat menghormati ketika Cho dan dewan direksinya harus mengambil keputusan untuk bekerja sama dengan LIV pada 2021. Kesepakatan yang mereka dapatkan merupakan kesepakatan yang sangat baik bagi mereka dan para anggotanya,” ujarnya.
Di sisi lain, Cowen mengakui DP World Tour menghadapi persaingan langsung dari LIV Golf dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan tersebut mencakup perebutan turnamen, venue, sponsor, hingga sejumlah kejuaraan nasional.
“Selama lima tahun terakhir, itu merupakan pertarungan yang terus berlangsung. LIV mengejar turnamen yang ada dalam kalender kami, mengejar venue yang kami gunakan, serta sponsor yang menjadi bagian dari kalender kami,” kata Cowen.
Menurut Cowen, DP World Tour harus terus menjelaskan kepada para mitra mengenai nilai yang dimiliki ekosistem tur tersebut, termasuk distribusi siaran global dan hubungan dengan PGA Tour.
Australian Open Tetap dalam Ekosistem PGA Tour dan DP World Tour
Salah satu keberhasilan yang disoroti adalah keberlanjutan Australian Open dalam kerja sama dengan PGA Tour dan DP World Tour.
Sebelumnya, sempat muncul kabar bahwa turnamen tersebut berpotensi berpindah ke LIV Golf. Namun, Australian Open akhirnya tetap berada dalam kalender kerja sama kedua tur.
Cowen menyebut proses mempertahankan berbagai turnamen dan mitra tersebut membutuhkan waktu serta usaha besar.
“Ada banyak rumor bahwa sejumlah kejuaraan nasional, termasuk Australian Open, akan bergabung dengan LIV. Karena itu, sangat menyenangkan ketika kami bisa mengumumkan bahwa Australian Open tetap bersama kami melalui kemitraan dengan PGA Tour,” ujar Cowen.
Ia mengakui perjalanan DP World Tour dalam menghadapi persaingan tersebut tidak selalu mudah.
“Itu membutuhkan banyak kerja keras, waktu, dan usaha. Perjalanannya memang penuh tantangan, tetapi saya merasa kami sekarang berada dalam posisi yang sangat baik.”
Dengan restrukturisasi PGA Tour dan penguatan hubungan antara PGA Tour, DP World Tour, serta Asian Tour, lanskap golf profesional global kini memasuki babak baru. Sementara itu, masa depan sejumlah pemain LIV Golf masih bergantung pada perkembangan proses hukum dan struktur baru yang sedang dibangun.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!