ID EN

Kemenpar Sesalkan Insiden Penembakan di Sekitar Festival Budaya Lembah Baliem

Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:13

Penulis: Arif S

Festival Budaya Lembah Baliem
Arsip - Festival Budaya Lembah Baliem.
Sumber: Antara Foto/Iwan Adisaputra

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyayangkan insiden penembakan di sekitar penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem, Papua Pegunungan. Insiden itu menyebabkan dua warga sipil terluka. 

Kemenpar menyampaikan empati kepada kedua korban dan keluarga serta mendoakan agar keduanya segera pulih.

Pada hari pertama Festival Budaya Lembah Baliem, Wakil Menteri Pariwisata bersama tim Kemenpar hadir langsung di lokasi. Saat itu, seluruh rangkaian kegiatan festival berlangsung aman, meriah, dan kondusif.

Insiden penembakan baru terjadi pada hari kedua. Ketika kejadian berlangsung, Wakil Menteri Pariwisata bersama tim Kemenpar telah berada di Jayapura untuk kemudian kembali ke Jakarta.

Kemenpar memastikan Wakil Menteri Pariwisata dan seluruh tim telah berada di Jakarta dalam kondisi baik.

Kemenpar Koordinasi dengan Pemkab Jayawijaya

Kemenpar terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan.

Berdasarkan informasi terbaru dari Pemkab Jayawijaya, situasi di lokasi telah kembali kondusif dan aman. 

Aparat gabungan TNI dan kepolisian terus melakukan pemantauan sekaligus meningkatkan pengamanan di sekitar wilayah terdampak.

Festival Budaya Lembah Baliem pada hari kedua terpaksa dihentikan setelah terjadi insiden penembakan. Langkah ini untuk memastikan situasi dan keamanan dapat dikendalikan.

Sementara itu, rangkaian terakhir Festival Budaya Lembah Baliem, yaitu "Karnaval Budaya Nusantara", tetap berlangsung di pusat Kota Wamena, tepatnya di depan Kantor Bupati Jayawijaya.

Lokasi karnaval berada cukup jauh dari tempat terjadinya penembakan. Pengamanan juga ditingkatkan selama kegiatan berlangsung untuk memastikan rangkaian acara dapat berjalan dengan aman.

"Kami berharap proses penanganan oleh aparat dapat berjalan dengan baik, situasi segera kembali kondusif, dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman."

Kemenpar Ajak Semua Pihak Menahan Diri

Kemenpar menilai festival budaya bukan sekadar agenda pariwisata. Melalui festival, masyarakat, wisatawan, dan komunitas dapat saling mengenal sekaligus merayakan kekayaan budaya Papua dalam suasana damai.

"Bagi kami, festival budaya seharusnya menjadi ruang perjumpaan dan titik temu berbagai perbedaan. Di sanalah masyarakat, wisatawan, dan berbagai komunitas dapat saling mengenal, serta merayakan kekayaan budaya Papua dalam suasana damai," demikian pernyataan Kemenpar.

Kemenpar menghormati proses penanganan yang dilakukan aparat berwenang. Masyarakat diminta tidak terpancing situasi serta berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi terkait insiden tersebut.

"Kami menghormati proses penanganan yang dilakukan aparat berwenang dan mengajak seluruh pihak untuk tetap tenang, menahan diri, tidak terprovokasi, dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi."

Kemenpar berharap situasi segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman. 

Bagi Kemenpar, nilai budaya harus tetap menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat.

Festival Lembah Baliem adalah kebanggaan Indonesia yang harus dijaga bersama sebagai ruang damai, aman, dan penuh persaudaraan.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!