ID EN

KAI Heritage Week 2026 Ajak Wisatawan Menyusuri Jejak Awal Sejarah Kereta Api Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 15:00

Penulis: Arif S

Stasiun Kereta Api Tawang, Semarang, Jawa Tengah
Arsip - Stasiun Kereta Api Tawang, Semarang, Jawa Tengah. . Foto: Antara/IC Senjaya

KAI Heritage Week 2026 menghidupkan Kembali jejak awal perjalanan Kereta Api Indonesia. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengajak peserta menelusuri Kawasan Bersejarah di Jawa Tengah melalui Joy Ride Kereta Luar Biasa (KLB) dengan rute Stasiun Semarang Tawang–Stasiun Tanggung–Stasiun Kedungjati.

Perjalanan pada Jumat 25 September bukan sekadar menikmati perjalanan menggunakan kereta api. Rute ini membawa peserta mendekati kembali titik penting dalam sejarah transportasi rel Indonesia, terutama jalur Semarang-Tanggung sebagai salah satu fondasi awal perkembangan perkeretaapian di Tanah Air.

“KAI Heritage Week 2026 membawa tema perjalanan sejarah, heritage, kebudayaan, dan kebangsaan Indonesia. Melalui perjalanan ini kita kembali melihat bagaimana kereta api memiliki perjalanan panjang sejak awal dibangun hingga berkembang menjadi moda transportasi yang melayani masyarakat Indonesia,” ujar Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.

Perjalanan dimulai dari Stasiun Semarang Tawang, salah satu stasiun bersejarah dalam perkembangan jaringan kereta api di Jawa Tengah. Dari Semarang, KLB bergerak menuju Stasiun Tanggung, sebuah titik penting dalam catatan awal perjalanan kereta api Indonesia.

Kisah ini bermula pada 17 Juni 1864. Saat itu, pembangunan jalur Semarang–Tanggung sepanjang sekitar 25 kilometer dimulai melalui pencangkulan pertama di Kemijen, Semarang. Pembangunan dilakukan perusahaan Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Tiga tahun kemudian, tepatnya 10 Agustus 1867, jalur Semarang-Tanggung resmi beroperasi. Kehadiran jalur itu menjadi tonggak awal perkeretaapian Indonesia sekaligus membuka babak baru transportasi berbasis rel untuk mendukung mobilitas manusia dan distribusi barang.

Stasiun Tanggung menjadi salah satu saksi dari fase awal yang merekam masa ketika jaringan rel mulai berkembang untuk menghubungkan berbagai kawasan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di Jawa Tengah.

Dari Tanggung, perjalanan berlanjut menuju Stasiun Kedungjati. Stasiun ini memiliki posisi penting dalam perkembangan jaringan kereta api Jawa Tengah karena menjadi titik strategis bagi perjalanan menuju sejumlah wilayah lain.

Kedungjati berkembang sebagai bagian dari jaringan NIS dengan konektivitas menuju Surakarta dan Ambarawa. 

Salah satu catatan penting terjadi pada 21 Mei 1873, ketika lintas Kedungjati–Ambarawa mulai dibuka. Kehadiran jalur tersebut memperluas jaringan rel sekaligus memperkuat konektivitas antarkawasan di Jawa Tengah.

Bobby menilai perjalanan dari Tanggung menuju Kedungjati memperlihatkan bagaimana jaringan kereta api Indonesia terus berkembang dari waktu ke waktu.

“Stasiun Tanggung menjadi pengingat bagaimana perjalanan kereta api Indonesia dimulai sejak 1867. Sementara Kedungjati menunjukkan bagaimana jaringan kereta api terus berkembang dan menghubungkan berbagai wilayah. Dari perjalanan sejarah ini kita dapat melihat bahwa kereta api memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia,” kata Bobby.

Pengalaman heritage dalam KAI Heritage Week 2026 tidak berhenti pada perjalanan menggunakan kereta. Berbagai kegiatan digelar di Stasiun Tanggung dan Stasiun Kedungjati, mulai dari seremoni penyerahan Corporate Social Responsibility (CSR), penandatanganan prasasti, fashion show, hingga pertunjukan teatrikal tentang sejarah perkeretaapian.

Melalui rangkaian kegiatan itu, kawasan stasiun bersejarah tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari perjalanan kereta, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenal kembali cerita masa lalu. Bagi wisatawan, pengalaman ini membuka peluang untuk menikmati wisata berbasis sejarah sekaligus memahami perkembangan transportasi rel di Indonesia.

“159 tahun lalu sejarah perkeretaapian Indonesia dimulai dari lintasan Semarang–Tanggung. Hari ini kita melihat bagaimana perjalanan tersebut terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam melayani masyarakat. KAI akan terus menjaga nilai sejarah tersebut sekaligus menghadirkan layanan kereta api yang semakin melayani,” pungkas Bobby.

KAI Heritage Week 2026 pada akhirnya menghadirkan cara berbeda dalam melihat perjalanan perkeretaapian Indonesia. Dari lintasan awal Semarang-Tanggung hingga jaringan rel yang terus berkembang, perjalanan ini menunjukkan bagaimana kereta api tidak hanya menjadi moda transportasi, tetapi juga bagian dari sejarah, kebudayaan, dan perjalanan masyarakat Indonesia.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!