ID EN

Desa Wisata Kemiren Dapat Pendampingan Kemenpar untuk Raih Best Tourism Village

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:30

Penulis: Arif S

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendampingi Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendampingi Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Desa Wisata Kemiren. . Foto: Pemkab Banyuwangi

Desa Wisata Kemiren di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendapat perhatian khusus dari Kementerian Pariwisata. Desa yang dikenal sebagai rumah masyarakat Osing akan mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan tata kelola sekaligus mengejar predikat Best Tourism Village dari United Nations Tourism (UN Tourism).

Kemiren sebelumnya terpilih mengikuti Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025 yang digagas UN Tourism. Program ini diberikan kepada desa wisata karena dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan tata kelola dan memenuhi standar pariwisata internasional.

Masuknya Desa Wisata Kemiren dalam program itu menjadi peluang bagi Banyuwangi untuk semakin memperkenalkan kekayaan budaya Osing kepada wisatawan internasional.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik dukungan Kemenpar. Menurutnya, pendampingan Kemenpar menjadi langkah penting untuk menjaga sekaligus mengembangkan potensi Desa Kemiren.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pariwisata yang terus memberikan pendampingan Desa Wisata Adat Osing Kemiren," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestian beberapa waktu lalu.

Kemiren dinilai memiliki kekuatan tidak hanya berasal dari panorama desa, tetapi juga dari budaya dan tradisi masyarakat Osing.

Desa Kemiren menjadi tempat tinggal masyarakat asli Banyuwangi yang mempertahankan bahasa, arsitektur rumah tradisional, kesenian, hingga berbagai upacara adat.

"Kami berharap melalui pendampingan Kementerian Pariwisata, Desa Kemiren semakin siap menerima wisatawan dari berbagai negara, tanpa kehilangan jati diri dan karakter budaya Osing yang selama ini menjadi daya tariknya," kata Ipuk.

Tradisi Osing Menjadi Kekuatan Utama

Potensi budaya menjadi salah satu alasan Desa Kemiren mendapat perhatian dalam program peningkatan standar desa wisata UN Tourism.

Menpar Widiyanti Putri Wardhana sebelumnya mengunjungi Banyuwangi, salah satunya ke Desa Wisata Kemiren. Dalam kunjungannya, Menpar tidak hanya melihat fasilitas wisata, tetapi juga menyusuri gang desa dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Widiyanti menilai warga Kemiren memiliki kreativitas dalam mempertahankan tradisi sekaligus mengemasnya menjadi pengalaman berbeda dapat bagi wisatawan.

Wisatawan tidak sekadar datang untuk melihat objek, tetapi juga dapat berinteraksi dengan tradisi yang masih hidup.

"Semoga setelah program pendampingan ini selesai, Desa Kemiren bisa meraih predikat Best Tourism Village," kata Menpar.

Pernah Raih Penghargaan ASEAN Homestay

Modal Kemiren menuju pengakuan internasional juga diperkuat rekam jejaknya di tingkat regional dengan meraih Internasional The 5th ASEAN Homestay Award di ajang ASEAN Tourism Award (ATA) 2025.

Penghargaan itu memperlihatkan pengelolaan pengalaman menginap dan kehidupan masyarakat di Kemiren memiliki daya tarik bagi wisatawan.

Pendampingan Kemenpar diharapkan dapat memperkuat berbagai aspek, mulai dari tata kelola, kualitas pelayanan, kesiapan masyarakat, hingga pengembangan pengalaman wisata.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!