ID EN

Telaga Sarangan Viral, Spot Foto Bugenvil Disebut Mirip Danau Como Italia

Selasa, 1 September 2026 | 14:00

Penulis: Arif S

Seorang wisatawan di tepi Telaga Sarangan
Seorang wisatawan berfoto dengan latar belakang bunga bugenvil di tepi Telaga Sarangan Kabupaten Magetan. . Foto: Antara/Louis Rika

Telaga Sarangan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur mencuri perhatian wisatawan. Kali ini bukan hanya karena panorama telaga dan pegunungan, tetapi sebuah spot foto dengan latar belakang bunga bugenvil viral di media sosial dan disebut-sebut mirip Danau Como di Italia.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan menyebut popularitas spot tersebut ikut mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke salah satu destinasi unggulan daerah itu.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disbudpar Kabupaten Magetan Yosef Cahyo Wibawanto mengatakan foto dan video dari lokasi tersebut semakin banyak beredar di berbagai platform media sosial.

"Yang viral saat ini spot foto bunga bugenvil. Banyak wisatawan menyebutkan spot itu mirip dengan Danau Como di Italia," ujar Yosef di Magetan, Senin.

Kunjungan Telaga Sarangan Capai 9.000 Orang per Hari

Efek viral terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan ke Telaga Sarangan, terutama pada akhir pekan.

Berdasarkan data Disbudpar Magetan, jumlah kunjungan saat akhir pekan dapat mencapai 9.000 wisatawan per hari. Angka itu meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan kondisi normal di kisaran 4.000 wisatawan per hari.

Lonjakan wisatawan menunjukkan bagaimana sebuah spot sederhana dapat memberikan pengaruh besar terhadap popularitas sebuah destinasi ketika mendapatkan perhatian luas di media sosial.

Yosef menilai perkembangan itu sekaligus menjadi gambaran kuat mengenai peran media sosial dalam promosi pariwisata pada era digital.

Foto dan video wisatawan yang dibagikan secara organik membuat spot bugenvil semakin dikenal. Wisatawan lain kemudian datang karena penasaran dan ingin mendapatkan pengalaman serupa.

Bunga Bugenvil Jadi Magnet Wisatawan

Menariknya, daya tarik spot itu tidak muncul dari atraksi besar. Visualnya justru lahir dari kreativitas pengelola dan masyarakat sekitar yang menata bunga bugenvil sedemikian rupa hingga menghasilkan latar foto artistik.

Perpaduan warna bunga dengan panorama Telaga Sarangan, vila, dan pegunungan menciptakan pemandangan yang kemudian dianggap memiliki kemiripan dengan kawasan Danau Como.

Bagi wisatawan, pemandangan itu menawarkan pengalaman visual berbeda. Satu lokasi dapat menghadirkan unsur alam sekaligus lanskap permukiman yang menjadi latar foto.

Wisatawan asal Wonogiri, Jawa Tengah, Maya Yuniasti mengaku tertarik datang setelah melihat spot itu ramai di media sosial.

Ia menilai daya tarik lokasi bukan hanya berasal dari bunga bugenvil, melainkan kombinasi seluruh pemandangan di sekitarnya.

"Semua indah, ada telaganya, ada vila-vilanya, ada gunung-gunung, semuanya cantik. Seperti di Danau Como di Italia," kata Maya.

Setelah mencoba berfoto di lokasi, Maya mengaku puas dan tertarik kembali mengunjungi Telaga Sarangan pada kesempatan berikutnya.

Pengawasan Ditingkatkan karena Pengunjung Bertambah

Meningkatnya kunjungan membawa konsekuensi terhadap pengelolaan kawasan wisata. Pemkab Magetan bersama pengelola dan petugas lapangan meningkatkan pemantauan, terutama di titik rawan kepadatan.

Patroli dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Yosef memastikan wisatawan tidak perlu khawatir selama menikmati kawasan Sarangan karena petugas melakukan pengawasan secara berkala.

"Kami terus melakukan patroli untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi wisatawan," katanya.

Disbudpar Ingin Wisatawan Jelajahi Sarangan

Disbudpar Magetan berharap popularitas spot bugenvil tidak berhenti sebagai fenomena sesaat. Pemerintah ingin lonjakan kunjungan ikut menggerakkan destinasi dan pelaku usaha wisata lain di sekitar Sarangan.

Karena itu, wisatawan didorong tidak hanya datang untuk berfoto di satu lokasi.

Sejumlah destinasi lain di kawasan itu dapat menjadi bagian dari perjalanan, seperti Telaga Wahyu dan Air Terjun Tirto Sari. Wisatawan juga dapat mengunjungi sentra oleh-oleh serta berbagai destinasi lain di Sarangan maupun wilayah Magetan.

Strategi itu dilakukan agar manfaat ekonomi dari meningkatnya kunjungan dapat menyebar lebih luas.

Warung makan, penjual oleh-oleh, penginapan, jasa transportasi, hingga pelaku usaha lokal lainnya memiliki peluang mendapatkan manfaat ketika wisatawan memperpanjang waktu kunjungan mereka.

Fenomena spot bugenvil menunjukkan bagaimana tren wisata dapat terbentuk dari pengalaman wisatawan sendiri. Foto menarik yang diunggah ke media sosial, kemudian menjadi rekomendasi bagi pengguna lain.

Dalam waktu singkat, sebuah sudut kawasan Telaga Sarangan yang sebelumnya mungkin tidak menjadi perhatian utama berubah menjadi magnet baru.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!