ID EN

Pramugari Ungkap Alasan Penumpang Sebaiknya Tak Pakai Celana Pendek di Pesawat

Minggu, 6 September 2026 | 18:00

Penulis: Respaty Gilang

Pramugari
Pramugari.. Foto: Canva

Memilih outfit untuk perjalanan udara ternyata bukan hanya perkara tampil stylish saat tiba di destinasi. Pakaian yang dikenakan selama penerbangan juga berkaitan dengan kenyamanan hingga kebersihan penumpang.

Hal ini menjadi perhatian sejumlah pramugari yang cukup lama bekerja di industri penerbangan. Salah satu yang membagikan pengalamannya adalah Charity Nelms, pramugari yang telah menjalani profesinya selama 11 tahun.

Menurut Nelms, penumpang sebaiknya mempertimbangkan pakaian yang dapat memberikan perlindungan lebih selama berada di dalam kabin. Salah satunya dengan memastikan bagian kaki tetap tertutup.

"Sebagai pramugari, saya ingin memberi tahu Anda bahwa celana pendek, rok atau gaun tidak disarankan selama penerbangan," ucapnya dikutip dari The Independent UK.

Mengapa Celana Panjang Lebih Disarankan?

Alasannya bukan semata-mata soal aturan berpakaian. Nelms menyoroti kemungkinan kulit bersentuhan langsung dengan permukaan kursi pesawat.

Ketika menggunakan celana pendek, rok, atau gaun, sebagian kulit kaki akan bersentuhan dengan kursi. Padahal, penumpang tidak selalu mengetahui seberapa menyeluruh proses sanitasi yang dilakukan terhadap kursi tersebut sebelum pesawat kembali digunakan.

Bahkan penggunaan cairan disinfektan pribadi belum tentu membuat seluruh permukaan kursi menjadi benar-benar bersih.

"Kenakan celana panjang. Percayalah, saya pernah melihat hal-hal yang sangat menjijikkan," ucapnya.

Pengalaman serupa juga dibagikan Cher Killough, pramugari yang berbasis di Dallas, Texas. Ia secara khusus mengingatkan penumpang agar tidak menganggap kursi pesawat sebagai permukaan yang selalu bersih.

"Coba tebak berapa banyak popok yang diganti di kursi pesawat kemarin dalam satu penerbangan saya? Empat," ungkapnya dalam sebuah klip TikTok bulan April.

Cerita tersebut memang terdengar ekstrem, tetapi menjadi pengingat bahwa kabin pesawat merupakan ruang yang digunakan oleh banyak orang secara bergantian. Dalam penerbangan dengan tingkat okupansi tinggi, waktu yang tersedia untuk membersihkan kabin juga relatif terbatas.

Seberapa Bersih Kursi Pesawat?

Proses pembersihan pesawat pada dasarnya memiliki beberapa tingkatan. Pesawat yang baru saja mendarat biasanya menjalani proses cleaning singkat sebelum kembali membawa penumpang.

John Alford, wakil presiden ABM Aviation, perusahaan yang menyediakan layanan kebersihan dan pemeliharaan untuk industri penerbangan, menjelaskan kepada How Stuff Works bahwa pembersihan di antara penerbangan umumnya mencakup sejumlah area utama.

Pembersihan cepat tersebut antara lain mencakup area dapur pesawat, toilet, pengangkutan sampah, serta bagian-bagian kabin yang perlu dirapikan sebelum penerbangan berikutnya.

Untuk pesawat yang menjalani penerbangan panjang, prosesnya bisa berbeda. Setelah menempuh perjalanan sekitar 8 hingga 10 jam dan tidak dijadwalkan kembali terbang sampai hari berikutnya, pesawat dapat menjalani proses pembersihan yang lebih menyeluruh pada malam hari.

"Pembersihan ini lebih intensif dengan fokus utama pada area penumpang di sekitar kursi, sembari tetap membersihkan area dapur dan toilet," tambah Alford.

Namun, deep cleaning bukan berarti dilakukan setelah setiap penerbangan. Intensitas dan jadwal pembersihan menyeluruh dapat berbeda antara satu maskapai dengan maskapai lainnya.

Beberapa maskapai bahkan memiliki jadwal khusus untuk melakukan pembersihan mendalam. Singapore Airlines, misalnya, mengklaim melakukan deep cleaning setiap bulan. British Airways disebut menjalankannya setiap sekitar 500 jam terbang, sementara American Airlines pada 2023 mengonfirmasi kepada One Mile at a Time bahwa proses tersebut dilakukan setiap 45 hari.

Outfit Traveling yang Lebih Masuk Akal

Bagi traveler, rekomendasi tersebut bisa menjadi pertimbangan sederhana ketika menyiapkan pakaian sebelum menuju bandara. Celana panjang berbahan ringan, misalnya, dapat menjadi pilihan praktis untuk penerbangan karena memberikan perlindungan pada kulit sekaligus tetap nyaman digunakan dalam waktu lama.

Terlebih untuk penerbangan jarak jauh, pemilihan pakaian sebaiknya tidak hanya berorientasi pada penampilan. Material yang nyaman, tidak terlalu ketat, serta memungkinkan tubuh bergerak dengan leluasa justru lebih penting.

Penumpang juga sebaiknya menghindari pakaian yang terlalu rumit atau sepatu yang sulit dilepas jika harus melewati pemeriksaan keamanan. Dengan begitu, perjalanan sejak tiba di bandara hingga mendarat di destinasi bisa terasa lebih praktis.

Pada akhirnya, tidak ada larangan universal yang membuat celana pendek, rok, atau gaun otomatis tidak boleh dikenakan di pesawat. Namun, pengalaman para awak kabin tersebut menunjukkan bahwa ada faktor kenyamanan dan kebersihan yang layak dipertimbangkan sebelum menentukan outfit perjalanan.

Jadi, saat menyusun daftar barang untuk traveling berikutnya, jangan hanya memikirkan pakaian yang bagus untuk foto di destinasi. Pastikan juga outfit yang dipilih tetap nyaman dan praktis sejak pesawat lepas landas hingga tiba di tempat tujuan.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!