ID EN

Bola Timah Diproyeksikan Jadi Ikon Baru Belitung, Gabungkan Wisata dan Sejarah Pertimahan

Kamis, 10 September 2026 | 13:00

Penulis: Arif S

Peletakan batu pertama pembangunan Landmark Tugu Sejarah Timah di Belitung
Peletakan batu pertama pembangunan Landmark Tugu Sejarah Timah di Belitung, di Tanjungpandan. . Foto: Antara/Apriliansyah

Belitung tidak hanya menawarkan pantai berpasir putih dan lanskap laut sebagai daya tarik wisata. Di depan pintu masuk kawasan wisata Pantai Tanjungpendam, sebuah monumen "Bola Timah" disiapkan menjadi ikon baru sekaligus pengingat sejarah panjang pertimahan di Negeri Laskar Pelangi.

Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat mengatakan keberadaan monumen dapat menambah pilihan pengalaman bagi wisatawan. Bola Timah tidak hanya berfungsi sebagai landmark, tetapi juga membawa cerita tentang komoditas timah yang memiliki hubungan erat dengan perjalanan Belitung.

"Monumen atau Landmark "Bola Timah" yang berisikan sejarah timah di Pulau Belitung ini akan menjadi magnet baru pariwisata Belitung," ujarnya usai acara penandatanganan berita acara konsiliasi aset eks PT Timah di Tanjungpandan.

Menurut Djoni, monumen itu merepresentasikan sejarah besar pertimahan di Belitung. Keberadaannya menjadi bagian dari upaya daerah untuk menjaga cerita tentang industri timah sekaligus memperkenalkannya kepada wisatawan melalui sebuah ikon yang mudah dikenali.

Langkah itu juga menjadi bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang industri pertimahan Belitung. Industri timah pernah memiliki peran besar dalam perekonomian daerah sekaligus memberi warna dalam perkembangan ekonomi global.

Bagi pemerintah daerah, sejarah pertimahan bukan sekadar bagian dari masa lalu. Jejaknya merupakan bagian dari warisan Belitung sehingga perlu dijaga, dikenang, dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

Karena itu, Bola Timah diharapkan memiliki peran lebih luas sebagai ruang pengingat sejarah sekaligus destinasi wisata. 

"Kehadiran monumen bola timah ini diharapkan mampu menjadi ikon kebanggaan baru bagi masyarakat lokal maupun wisatawan, layaknya ikon-ikon ternama di belahan dunia," katanya.

Djoni membandingkan konsep itu dengan salah satu ikon di Singapura. Jika Singapura memiliki Bola Universal, menurutnya, Belitung memiliki Bola Timah dengan cerita khasnya sendiri.

Harapannya, wisatawan tidak hanya datang ke Belitung untuk menikmati pantai dan alam tetapi juga mengabadikan kunjungan melalui sebuah ikon daerah.

"Suatu saat kita ingin orang datang ke Belitung dan berkata di sini ada Bola Timah. Sebuah simbol bahwa Belitung memiliki sejarah pertimahan yang besar," katanya.

Dukungan terhadap pemanfaatan aset untuk pariwisata datang dari Direktur PT Timah (Persero) Tbk Restu Widyantoro. Ia berharap aset-aset milik perusahaan, termasuk Monumen Bola Timah, dapat memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.

"Kami ingin aset-aset bisa memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya bagi pengembangan pariwisata Belitung," harapnya.

Berlokasi di depan kawasan wisata Pantai Tanjungpendam, Bola Timah memiliki peluang menjadi titik baru dalam perjalanan wisata di Belitung. 

Jika dikelola bersama dengan cerita sejarah, monumen ini dapat melengkapi daya tarik alam sekaligus memperkenalkan sisi lain Belitung kepada wisatawan.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!