ID EN

Marc Marquez Ungkap Kendala di MotoGP Austria, Jorge Martin Kembali ke Puncak

Selasa, 22 September 2026 | 08:00

Penulis: Arif S

Pembalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez
Arsip - Pembalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez. . Foto: Antara Foto/Aditya Pradana Putra/YU

Marc Marquez hanya mampu finis kelima pada balapan MotoGP Austria 2026 setelah mengalami persoalan pada pengereman. Dampaknya, pembalap Ducati Lenovo itu harus tergusur dari puncak klasemen. 

Masalah pengereman sudah terasa sejak lap-lap awal sehingga Marc Marquez kesulitan menjaga ritme dan konsistensi sepanjang balapan. 

Marc Marquez mengaku kehilangan rasa percaya diri pada motor ketika memasuki zona pengereman dan menikung.

"Kami cukup kesulitan pada pekan lalu. Kami mencoba untuk bisa tampil lebih cepat di balapan, tapi semenjak lap pertama, saya mempunyai isu mengenai pengeraman yang membuat semuanya terasa begitu menyulitkan dan menyusahkan saya untuk tampil konsisten," ujar Marc Marquez dikutip dari laman Ducati Lenovo, Senin.

Hasil akhirnya jelas. Ketika Pedro Acosta melaju menuju kemenangan perdana di kelas MotoGP, Marc terseret ke dalam pertarungan di kelompok tengah dan harus puas mengamankan 11 poin dari posisi kelima.

Marc Marquez dari Barisan Depan ke Posisi Kelima

Marc Marquez menatap balapan Austria dengan momentum kuat setelah menjadi salah satu pusat persaingan gelar. Namun, Red Bull Ring tidak memberinya ruang seperti di beberapa seri sebelumnya.

Pada awal balapan, Marc Marquez bahkan sempat kehilangan beberapa posisi. Ia kemudian berusaha kembali mendekati rombongan depan, tetapi kecepatannya belum cukup untuk mengejar Acosta serta duo Aprilia Racing, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi.

Situasinya makin sulit ketika Marc melebar pada lap ke-10. Kesalahan itu membuat ritmenya kembali terganggu dan sempat turun ke posisi ketujuh sebelum bangkit untuk merebut kembali posisi kelima hingga finis.

Di depan, Acosta melaju kencang untuk meraih kemenangan MotoGP pertamanya. Martin finis kedua, diikuti Bezzecchi di posisi ketiga, sementara Ai Ogura mengamankan tempat keempat di depan Marc Marquez.

Marc Marquez memilih melihat hasil dari sisi lain. Lima besar tetap memberinya poin penting dalam perburuan gelar, meskipun ia harus menerima kenyataan kehilangan posisi teratas klasemen.

"Pada akhirnya kami mengamankan posisi kelima dan saya senang...Kami harus belajar dari kesalahan kali ini dan terus bersiap untuk menatap balapan di Motegi," ungkap pembalap bernomor 93 itu.

Jorge Martin Kembali Mengambil Alih Klasemen

Perubahan paling besar setelah MotoGP Austria terjadi di klasemen. Sebelum balapan utama, Martin sudah memimpin setelah memenangkan sprint race pada Sabtu. Ketika kembali finis kedua pada Minggu, pembalap Aprilia itu menambah 20 poin dan memperlebar keunggulannya atas Marc menjadi 12 poin.

Martin kini menguasai puncak klasemen dengan 306 poin. Marc turun ke posisi kedua dengan 294 poin, sedangkan Bezzecchi mempertahankan peringkat ketiga dengan 264 poin. Acosta melompat ke posisi keempat setelah memperoleh tambahan 25 poin berkat kemenangan perdananya di MotoGP.

Perubahan itu menunjukkan betapa cepat peta perebutan gelar dapat bergeser. Marc Marquez baru saja naik ke puncak setelah MotoGP San Marino setelah menyamai perolehan poin Martin sebelum unggul melalui jumlah kemenangan. Namun, hanya satu seri kemudian, penguasa puncak klasemen kembali berpindah tangan.

Selisih 12 poin memang belum menciptakan jarak yang jauh. Namun, setiap kesalahan mulai memiliki konsekuensi lebih besar ketika kalender memasuki fase akhir musim.

Persoalan Pengereman Menjadi Pekerjaan Rumah Ducati

Bagi Ducati, persoalan Marc Marquez di Austria bukan sekadar masalah hasil akhir. ia mengaku merasakan masalah pengereman sejak lap pertama, sehingga kemampuan untuk tampil konsisten sepanjang lomba ikut terganggu.

Karakter Red Bull Ring yang memiliki beberapa zona pengereman keras semakin menambah persoalan. Ketika motor tidak memberikan respons tepat saat pengereman dan masuk tikungan, pembalap kehilangan peluang mempertahankan kecepatan sekaligus mengoptimalkan akselerasi keluar tikungan.

Ducati bisa memanfaatkan data dari akhir pekan Austria untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Marc menilai tim tidak boleh terlalu lama memikirkan hasil buruk. Menurutnya, masalah di Spielberg harus menjadi bahan evaluasi sebelum mereka menghadapi seri berikutnya.

"Kami harus belajar dari kesalahan kali ini dan terus bersiap untuk menatap balapan di Motegi," katanya.

Pernyataan itu sejalan dengan sikap Ducati setelah balapan. Tim menyebut finis kelima sebagai hasil penting mengingat Marc sempat berada dalam situasi sulit dan bahkan hampir memutuskan untuk tidak melanjutkan balapan.

Persaingan Berlanjut di Balapan Motegi 

MotoGP kini meninggalkan Austria dan bersiap menuju Jepang. Grand Prix Jepang di Motegi akan menjadi babak berikutnya setelah balapan di Red Bull Ring.

Bagi Marc Marquez, Motegi datang pada waktu yang penting. Ia tidak hanya harus mengejar kembali poin Martin, tetapi juga memastikan persoalan teknis di Austria tidak terulang. 

Setelah dua akhir pekan sebelumnya merebut momentum besar di Misano, Austria kembali mengingatkan perebutan gelar membutuhkan konsistensi dari satu seri ke seri berikutnya.

Pertarungan belum selesai. Jorge Martin kini berada di depan. Marc mengejar dengan selisih 12 poin.

Klasemen Pembalap Usai MotoGP Austria
1. Jorge Martin - 306 poin
2. Marc Marquez - 294 poin
3. Marco Bezzecchi - 264 poin
4. Pedro Acosta - 234 poin
5. Fabio Di Giannantonio - 230 poin
6. Ai Ogura - 222 poin
7. Raul Fernandez - 203 poin
8. Alex Marquez - 158 poin
9. Francesco Bagnaia - 156 poin
10. Fermin Aldeguer - 115 poin
11. Luca Marini - 98 poin
12. Enea Bastianini - 97 poin
13. Brad Binder - 94 poin
14. Diogo Moreira - 65 poin
15. Fabio Quartararo - 61 poin
16. Franco Morbidelli - 56 poin
17. Johann Zarco - 45 poin
18. Joan Mir - 33 poin
19. Jack Miller - 28 poin
20. Alex Rins - 24 poin

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!