Tomohon International Flower Festival 2026 Perkuat Daya Tarik Wisata dan Ekonomi Lokal
Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:04
Penulis: Arif S

Sumber: Kementerian Ekonomi Kreatif
Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 kembali membawa warna khas Kota Tomohon, Sulawesi Utara, ke panggung internasional. Digelar pada 8-12 Agustus 2026, festival bunga tahunan ini tidak hanya memperkuat citra Tomohon sebagai kota bunga, tetapi juga manjadi daya tarik wisata.
Kementerian Ekonomi Kreatif menilai Tomohon memiliki identitas lokal melalui kekayaan florikultura. Keunikan itu menjadi modal penting untuk mengembangkan Tomohon sebagai destinasi wisata.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengatakan identitas Tomohon tidak sebatas sebagai kota bunga. Kota ini juga memiliki varietas khas seperti Krisan Kulo dan Krisan Riri yang dapat menjadi bagian dari kekuatan identitas florikultura daerah.
BACA JUGA
Festival Budaya Lereng Merapi 2025, Ribuan Warga Penuhi Hargobinangun
Kemenpar Sesalkan Insiden Penembakan di Sekitar Festival Budaya Lembah Baliem
Festival Heritage Depok Lama 2026 Angkat Nuansa Belanda-Depok Tempo Dulu
"Saya berharap kita bisa melihat lebih banyak lagi teman-teman dan turis-turis mancanegara dan domestik yang datang ke Tomohon,” kata Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.
Parade Bunga Jadi Daya Tarik Utama
TIFF telah menjadi agenda tahunan Tomohon sejak 2008. Salah satu atraksi paling dinantikan adalah tournament of flowers, berupa parade 35 kendaraan dengan dekorasi bunga yang menjadi representasi kekayaan florikultura Tomohon.
Festival juga menghadirkan pameran pariwisata, pentas seni dan budaya, serta berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku bisnis lokal.
Festival Buka Peluang Bisnis
Bagi Kementerian Ekonomi Kreatif, dampak TIFF tidak berhenti pada peningkatan kunjungan wisatawan. Kehadiran pengunjung juga membuka peluang terjadinya pertemuan bisnis atau business to business (B2B) matching, perdagangan, hingga investasi.
Dengan demikian, festival dapat menjadi ruang pertemuan antara wisatawan, pelaku usaha, investor, dan masyarakat lokal.
"Acara ini tidak hanya memperkuat daya tarik wisata, tetapi turut membuka ruang bagi pergerakan ekonomi masyarakat di berbagai sektor, mulai dari florikultura, kerajinan, kuliner, perhotelan hingga transportasi," katanya.
Efek berganda itu membuat penyelenggaraan festival memiliki arti penting bagi perekonomian daerah. Ketika jumlah wisatawan meningkat, berbagai sektor yang menopang aktivitas pariwisata juga berpeluang ikut tumbuh.
Kekayaan Lokal Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif
Kementerian Ekonomi Kreatif terus mendorong daerah untuk mengembangkan potensi dan produk unggulan masing-masing agar memiliki nilai tambah serta daya saing lebih tinggi.
Tomohon menjadi salah satu contoh bagaimana identitas lokal dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus bagian dari ekosistem ekonomi kreatif.
Melalui TIFF 2026, Tomohon tidak sekadar memperkenalkan bunga kepada dunia. Festival ini juga menunjukkan bagaimana identitas sebuah kota dapat menjadi kekuatan pariwisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat dari daerah.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!