GOLF Bawa Mangkuluhur Cup 2026 ke Pecatu, Bidik Masa Depan Sport Tourism Bali
Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:25
Penulis: Rojes Saragih

Badung - Dua hari di Pecatu, bola-bola golf melayang di antara tebing dan laut Bali. Namun yang sedang dipertaruhkan GOLF bukan sekadar skor di papan klasemen.
Melalui Mangkuluhur Cup 2026, PT Intra GolfLink Resorts Tbk (IDX: GOLF) ingin menunjukkan bahwa sebuah lapangan golf dapat menjadi titik temu olahraga, pariwisata, komunitas, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Mangkuluhur Cup 2026 digelar di New Kuta Golf, Bali, pada 21–22 Agustus 2026. Turnamen ini menjadi bagian dari upaya GOLF memperkuat New Kuta Golf sebagai destinasi sport tourism, sekaligus mengembangkan kawasan Pecatu dengan aktivitas yang lebih beragam.
BACA JUGA
Kejutan! Ada yang Berhasil Hole in One di Dewa's Landing
Villa Impian Versi Alit Jiwandana: Bangun Tidur Langsung Lihat Lapangan Golf
Kejuaraan Dunia Foto dan Video Bawah Laut 2026 Siap Ledakkan Sport Tourism Indonesia
Rangkaian kegiatan tidak berhenti di fairway. GOLF juga menggelar program pelestarian terumbu karang di Pantai Pandawa serta kegiatan charity untuk Masjid Palapa di kawasan Bali Pecatu Graha dan Masjid Al Istiqomah Palm Hill di Sentul.
Bagi GOLF, olahraga menjadi pintu masuk untuk membangun pengalaman yang lebih luas: golf, leisure, komunitas, properti, event, lingkungan, dan pariwisata.

Sumber: ITSMe
Mangkuluhur Cup 2026 Perkuat Aktivitas Komunitas Golf di New Kuta Golf
Mangkuluhur Cup 2026 mempertemukan komunitas golf, mitra usaha, dan pemangku kepentingan GOLF dalam satu agenda yang memadukan kompetisi dan networking.
New Kuta Golf menjadi lokasi yang strategis untuk konsep tersebut. Berada di kawasan Pecatu, Badung, lapangan ini memiliki 18 hole par 72 dengan karakter tebing kapur dan panorama pesisir Bali.
Lanskap itu memberi pengalaman yang berbeda bagi pegolf. Mereka tidak hanya datang untuk memainkan 18 hole, tetapi juga menikmati salah satu kawasan wisata yang memiliki karakter kuat di Bali.
Melalui penyelenggaraan turnamen, GOLF berupaya meningkatkan aktivitas pengunjung sekaligus memperkuat engagement dengan komunitas golf, wisatawan, dan penghuni kawasan.
Targetnya bukan sekadar membuat lapangan ramai ketika kompetisi berlangsung, tetapi membangun kawasan yang terus memiliki alasan untuk dikunjungi.

Sumber: ITSMe
The Links Agrowisata Lengkapi Pengembangan Kawasan New Kuta Golf
GOLF kemudian memperluas konsep tersebut melalui pengembangan The Links Agrowisata.
Proyek ini dirancang sebagai destinasi agrowisata yang memadukan rekreasi, alam, dan edukasi lingkungan. Pengembangannya mencakup area sekitar 1,3 hektare dengan fasilitas greenhouse, antara lain untuk budidaya sayuran hidroponik dan tanaman melon.
Kehadiran The Links Agrowisata menambah pilihan aktivitas di kawasan New Kuta Golf.
Jika lapangan menjadi pusat olahraga, agrowisata memberikan pengalaman berbeda bagi keluarga dan wisatawan. Konsep ini sekaligus memperluas definisi kawasan golf dari sekadar tempat bermain menjadi destinasi dengan berbagai aktivitas.
Dengan begitu, golf, rekreasi alam, edukasi, dan leisure dapat saling melengkapi dalam satu kawasan.

Sumber: ITSMe
Progres The Links Golf Villa dan Fasilitas Komersial
Pengembangan New Kuta Golf juga bergerak ke sektor properti.
The Links Golf Villa menjadi bagian dari konsep hunian yang terintegrasi dengan kawasan lapangan golf. GOLF terus melanjutkan pengembangan kawasan tersebut, termasuk Cluster 2 Tipe 2 yang terdiri dari 43 unit.
Di sisi lain, commercial building tengah disiapkan untuk memperkuat aktivitas harian kawasan. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada September 2026, dengan sejumlah tenant, termasuk supermarket dan F&B, dalam proses onboarding.
GOLF juga menyiapkan wedding and event venue di area sekitar hole 17 New Kuta Golf. Fasilitas ini ditargetkan beroperasi pada Oktober 2026 dan telah memiliki booking acara untuk November 2026.
Rangkaian pengembangan ini membuat New Kuta Golf memiliki fungsi yang semakin luas. Pegolf dapat bermain, penghuni dapat tinggal, wisatawan dapat berekreasi, sementara komunitas dan penyelenggara acara mendapatkan ruang untuk beraktivitas.
Inilah ekosistem yang ingin dibangun GOLF: kawasan yang tetap hidup bahkan ketika tidak ada turnamen.

Sumber: ITSMe
Komitmen terhadap Lingkungan dan Masyarakat Sekitar
Pertumbuhan sport tourism tidak dapat dilepaskan dari lingkungan dan masyarakat yang menjadi bagian dari destinasi.
Karena itu, Mangkuluhur Cup 2026 juga diikuti kegiatan sosial dan lingkungan. GOLF menjalankan program pelestarian terumbu karang di Pantai Pandawa serta menyalurkan charity kepada Masjid Palapa di kawasan Bali Pecatu Graha dan Masjid Al Istiqomah Palm Hill di Sentul.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Perseroan agar pengembangan bisnis dapat berjalan bersama dengan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Bagi destinasi seperti Bali, lingkungan bukan sekadar latar belakang pariwisata. Alam justru merupakan bagian dari daya tarik utama yang membuat wisatawan datang.

Sumber: ITSMe
Visi GOLF dalam Memajukan Golf Tourism Indonesia
Komisaris Utama GOLF, Darma Mangkuluhur Hutomo, mengatakan Mangkuluhur Cup 2026 merupakan bagian dari visi jangka panjang Perseroan untuk mengembangkan golf tourism sebagai ekosistem yang lebih luas.
“Melalui Mangkuluhur Cup 2026, kami ingin menunjukkan bahwa golf tourism dapat dikembangkan sebagai ekosistem yang lebih luas, tidak hanya melalui turnamen dan fasilitas golf, tetapi juga melalui pengembangan kawasan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kontribusi bagi masyarakat sekitar.”
Direktur Utama GOLF, Dwi Febri Astuti, menambahkan bahwa pengembangan New Kuta Golf dilakukan secara bertahap dan terintegrasi.
“Fokus kami adalah memastikan New Kuta Golf terus berkembang sebagai kawasan yang memiliki pengalaman lebih lengkap bagi golfers, penghuni, wisatawan, dan komunitas.”
Pengembangan The Links Golf Villa, fasilitas komersial, The Links Agrowisata, serta wedding and event venue menjadi bagian dari strategi tersebut.
Mangkuluhur Cup 2026 meninggalkan lebih dari sekadar catatan skor.
Di New Kuta Golf, sebuah lapangan perlahan berkembang menjadi destinasi. Fairway, tebing, laut, hunian, agrowisata, ruang komersial, dan event dirancang untuk saling terhubung dalam satu pengalaman.
Itulah arah yang ingin dibangun GOLF dari Pecatu: golf tourism yang tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem sport tourism Indonesia.
Sebab destinasi olahraga yang kuat bukan hanya tempat pertandingan berlangsung. Ia adalah tempat orang datang, tinggal, berinteraksi, menikmati pengalaman, dan memiliki alasan untuk kembali.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!