Profil Manila Digger FC, Juara Filipina yang Menjadi Lawan Persib di Play-off ACL 2
Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:36
Penulis: Arif S

Jakarta - Nama Manila Digger FC mungkin masih terdengar asing bagi sebagian besar pecinta sepak bola Indonesia. Namun, klub asal Filipina itu bukan lagi sekadar tim kejutan. Dalam beberapa tahun terakhir, Manila Digger berkembang pesat dan berstatus sebagai juara Filipina saat menghadapi Persib Bandung pada babak play-off AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027.
Persib akan menjamu Manila Digger di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada 31 Agustus 2026. Pertandingan ini menjadi penentu tiket menuju fase grup ACL 2.
Pertemuan nanti bukan yang pertama bagi kedua klub. Manila Digger sudah pernah berhadapan dengan Persib pada play-off* ACL Two musim 2025/2026 dan harus mengakui keunggulan Maung Bandung dengan skor 1-2 di Bandung.
BACA JUGA
Persib Masuk Grup Neraka Jika Lolos ke Fase Grup ACL 2, Ditunggu FC Seoul dan Melbourne Victory
Persib Bandung Bersiap Tempur di ACL 2, Kondisi Berguinho Mulai Membaik
Persib Bandung Diminta Fokus Lawan Manila Digger Sebelum Tatap Fase Grup ACL 2
Namun, duel kali ini memiliki nuansa berbeda. Manila Digger datang dengan status juara Philippines Football League (PFL) 2025/2026, sementara Persib telah memasuki era baru bersama pelatih Igor Tolic.
Berawal dari Klub Komunitas
Manila Digger Football Club berdiri pada 2018 dan bermarkas di kawasan Taguig, Manila. Klub ini awalnya tumbuh dari komunitas sepak bola beranggotakan warga keturunan Tionghoa yang bekerja, berbisnis, dan menempuh pendidikan di Filipina.
Sejak awal, Manila Digger tidak hanya membawa misi olahraga. Sepak bola juga diposisikan sebagai sarana pertukaran budaya dan mempererat hubungan komunitas Tiongkok-Filipina.
Transformasi mulai terlihat ketika klub memasuki sepak bola profesional pada 2023 melalui Copa Paulino Alcantara. Setahun berselang, Manila Digger menjalani debut di Philippines Football League.
Dari Peringkat Ketujuh hingga Juara Filipina
Pada musim pertama di PFL, Manila Digger finis di peringkat ketujuh pada 2024. Namun, mereka kemudian membuat lompatan besar pada musim berikutnya.
Pada PFL 2024/2025, Manila Digger finis sebagai runner-up. Mereka hanya terpaut satu poin dari Kaya FC-Iloilo yang keluar sebagai juara.
Pencapaian itu menjadi titik penting karena membawa Manila Digger masuk ke jalur kompetisi antarklub Asia.
Puncaknya terjadi pada musim 2025/2026. Manila Digger meraih gelar PFL untuk pertama kalinya setelah mengoleksi 60 poin dari 25 pertandingan pada fase Championship Round.
Mereka unggul dua poin atas One Taguig FC yang mengakhiri kompetisi dengan 58 poin.
Ketika datang ke Bandung menghadapi Persib, The Diggers berstatus sebagai juara domestik yang sedang menikmati fase terbaik dalam sejarah klub.
Punya Pengalaman di Asia
Manila Digger tidak datang tanpa modal di kompetisi kontinental. Pada ACL Two 2025/2026, mereka memang kalah 1-2 dari Persib pada babak play-off. Namun, perjalanan mereka tidak berhenti di sana.
Manila Digger kemudian melanjutkan petualangan di AFC Challenge League dan mencapai perempat final zona Timur.
Mereka mengalahkan SP Falcons 2-0 dan Ezra FC 3-1. Mereka kemudian berhadapan dengan Dewa United di perempat final.
Manila Digger menang 1-0 pada leg pertama di Rizal Memorial Stadium, sebelum bermain imbang 2-2 pada leg kedua.
Catatan itu menunjukkan satu hal, Persib akan menghadapi klub yang pengalaman menghadapi pertandingan dengan tekanan dan karakter berbeda di level Asia.
Kim Versales Bangun Proyek Manila Digger
Manila Digger saat ini ditangani Kim Versales. Pelatih itu menjadi bagian dari proses perkembangan klub dari tim komunitas menuju salah satu kekuatan baru sepak bola Filipina.
Salah satu ciri dari komposisi Manila Digger adalah keberanian mereka mendatangkan banyak pemain asing.
Data skuad 2026/2027 mencatat terdapat 28 pemain, dengan 15 di antaranya pemain asing, atau sekitar 53,6 persen dari keseluruhan skuad. Nilai pasar skuad mereka diperkirakan berada di angka sekitar 2,87 juta euro berdasarkan Transfermarkt.
Strategi itu menunjukkan ambisi Manila Digger untuk meningkatkan daya saing melalui kombinasi pemain lokal dan pengalaman dari luar negeri.
Saikouba Ceesay Jadi Ancaman di Depan
Salah satu pemain yang perlu diwaspadai Persib adalah Saikouba Ceesay. Striker asal Gambia berusia 26 tahun itu adalah penyerang tengah yang telah menjadi bagian dari Manila Digger sejak 2024. Ia juga memiliki pengalaman bersama Timnas Gambia U-23.
Selain Ceesay, Manila Digger juga memiliki pemain dengan pengalaman di sejumlah posisi.
Michael Asong Pernah Hadapi Persib
Di bawah mistar, Michael Asong menjadi salah satu nama berpengalaman.
Kiper kelahiran Manila 3 Oktober 1998 itu bergabung dengan Manila Digger pada Januari 2025 setelah memperkuat sejumlah klub Filipina termasuk Mendiola 1991 dan Stallion Laguna.
Asong juga pernah bermain untuk Timnas Filipina U-17, U-19, dan U-23.
Ia bukan wajah baru bagi Persib. Asong menjadi penjaga gawang Manila Digger ketika kedua tim bertemu pada play-off ACL Two musim 2025/2026.
Pengalaman itu bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi sang kiper ketika kembali menghadapi Maung Bandung.
Kenji Nishioka, Kreator Serangan
Nama lain yang menarik adalah Kenji Nishioka. Felandang serang asal Filipina sudah memiliki pengalaman menghadapi klub Indonesia.
Ia mencetak gol kemenangan Manila Digger atas Dewa United pada leg pertama perempat final AFC Challenge League 2025/2026.
Justin Baas Pemain Filipina-Belanda
Manila Digger juga diperkuat Justin Baas, pemain yang tercatat memiliki kewarganegaraan Filipina dan Belanda.
Bermain sebagai gelandang bertahan, Baas membawa latar belakang sepak bola Eropa.
Persib Sudah Pernah Mengalahkan Manila Digger
Pertemuan pertama kedua klub terjadi pada play-off ACL Two 2025/2026. Persib menang 2-1 di Bandung. Manila Digger sempat menyamakan kedudukan melalui Modou Joof, tetapi Maung Bandung memastikan kemenangan melalui gol bunuh diri kiper Manila Digger dan gol Uilliam Barros.
Meski Persib memiliki catatan kemenangan, hasil musim lalu tidak dapat dijadikan patokan mutlak.
Manila Digger telah berkembang menjadi juara Filipina. Mereka juga memiliki pengalaman kontinental lebih banyak dibandingkan ketika pertama kali bertemu Persib.
Duel Penentu Tiket Fase Grup ACL 2
Pertandingan pada 31 Agustus akan menjadi laga hidup-mati bagi kedua tim.
Persib akan mendapatkan keuntungan bermain di Bandung, tetapi pertandingan dipastikan tanpa penonton karena hukuman AFC.
Kondisi tersebut membuat Maung Bandung tidak bisa mengandalkan atmosfer tribune seperti pertandingan kandang biasa.
Di sisi lain, Manila Digger datang dengan motivasi besar untuk kembali menembus fase utama kompetisi Asia.
Jika Persib menang, mereka akan lolos ke Grup E ACL 2 2026/2027 bersama FC Seoul dari Korea Selatan, Melbourne Victory (Australia), dan The Cong-Viettel (Vietnam).
Bagi Manila Digger, kemenangan akan menjadi capaian besar lainnya setelah keberhasilan menjuarai PFL.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!