ID EN

Jalan Terjal Como 1907 di Liga Champions, Cesc Fabregas Hadapi Tiga Raksasa Eropa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:30

Penulis: Arif S

Para pemain Como 1907 merayakan gol ke gawang Cremonese
Para pemain Como 1907 merayakan gol ke gawang Cremonese pada laga pekan terakhir Liga 2025/26. . Foto: Antaranews/X/SerieA

Como 1907 langsung mendapatkan ujian berat pada debutnya di Liga Champions 2026/2027. Klub Italia milik Hartono bersaudara harus menghadapi tiga raksasa Eropa, yaitu Paris Saint-Germain (PSG), Barcelona, dan Manchester United.

Undian fase liga Liga Champions 2026/2027 berlangsung di Monaco pada Jumat dini hari WIB. Sebagai debutan, Como masuk pot 4 dan akhirnya mendapatkan jalur yang sangat menantang.

PSG menjadi salah satu lawan terberat karena berstatus juara Liga Champions dalam dua musim beruntun. 

Barcelona juga menghadirkan tantangan besar dengan sejarah panjang mereka di kompetisi elite Eropa. 

Sementara meski baru kembali ke panggung elite Eropa, Manchester United memiliki pengalaman Panjang di level Eropa.

Selain tiga nama besar itu, Como harus menghadapi Feyenoord, Real Betis, RB Leipzig, RC Lens, dan AEK Athens.

Dari Serie C ke Panggung Liga Champions

Perjalanan Como menuju kompetisi elite Eropa seperti lompatan besar dalam waktu singkat.

Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, mengaku masih sulit percaya klub yang beberapa musim lalu masih bermain di Serie C bisa bermain di Liga Champions.

“Kami tidak mempercayainya. Bagi kami, sangat penting bisa berada di sini. Kami hanya berpikir dari satu hari ke hari lainnya. Kami akan melakukan yang terbaik dan menikmati setiap momennya,” ujarnya dikutip dari Football Italia.

Kini, tantangan sudah menanti di fase liga. Como harus mengukur kemampuan melawan tim yang memiliki pengalaman, kualitas pemain, dan sejarah jauh lebih besar di kompetisi Eropa.

Tidak Gentar dengan Nama Besar

Meski menghadapi klub besar, Mirwan menegaskan Como tidak ingin terjebak pada reputasi lawan.

“Kami hanya bisa melakukan yang terbaik, hasilnya akan mengikuti. Yang terpenting bagi kami adalah menikmatinya,” katanya.

Sebagai debutan, mereka diuntungkan karena tidak memiliki beban sejarah seperti PSG, Barcelona atau Manchester United.

Di sisi lain, Como juga memiliki kesempatan untuk mengukur perkembangan tim di level tertinggi.

Bagi klub yang baru beberapa musim lalu masih bermain di kasta ketiga Italia, bertemu PSG, 

Tantangan Besar Cesc Fabregas 

Di lapangan, tugas besar berada di tangan pelatih Cesc Fabregas. Mantan gelandang Barcelona, Arsenal, dan Chelsea itu harus menyiapkan Como untuk menghadapi jadwal dengan tingkat kesulitan berbeda. 

Tidak hanya kualitas lawan, perjalanan tandang ke stadion besar Eropa juga akan menjadi tantangan tersendiri.

Tiga pertandingan melawan PSG, Barcelona dan MU akan menjadi panggung besar bagi Como sekaligus Fabregas untuk menunjukkan sejauh mana timnya mampu bersaing.

Klub yang beberapa tahun lalu masih berjuang di Serie C kini bersiap menghadapi PSG, Barcelona dan MU. Perbedaan level memang terlihat besar di atas kertas, tetapi Como tidak ingin hanya menjadi pelengkap.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!