IndonesiaTravelSport.com - John Herdman menghadapi tantangan besar bersama Timnas Indonesia. Setelah gagal membawa Skuad Garuda melewati fase grup Piala AFF 2026, pelatih asal Inggris itu kini mendapat target lebih tinggi: membawa Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Target tersebut ditegaskan Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi pada 26 Agustus 2026. PSSI optimistis karena hampir seluruh pemain utama Indonesia yang berkarier di luar negeri berpeluang tampil pada turnamen yang masuk kalender FIFA tersebut. Herdman juga diminta mempersiapkan tim sebaik mungkin.
Kabar positif datang dari Jay Idzes, Kevin Diks, dan Calvin Verdonk. Ketiganya disebut siap bergabung dengan Timnas Indonesia sekitar sepekan sebelum turnamen berdasarkan informasi Noor Korompot. Namun, status tersebut tetap perlu dibedakan dari daftar skuad resmi, karena hingga 26 Agustus PSSI belum menerima pengajuan nama pemain dari Herdman.
BACA JUGA
PSSI Bantah Rizky Ridho Tak Dipanggil John Herdman ke FIFA ASEAN Cup 2026
FIFA ASEAN Cup 2026: Ujian John Herdman Sebelum Piala Asia 2027
FIFA ASEAN Cup 2026: Saatnya John Herdman Membawa Timnas Indonesia Juara
Situasi inilah yang membuat pertanyaan mengenai komposisi skuad menjadi menarik: apakah Herdman perlu merombak total Timnas Indonesia?
Kegagalan di Piala AFF 2026 tentu harus menjadi bahan evaluasi. Indonesia hanya menempati posisi ketiga Grup A dengan tujuh poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura. Garuda pun gagal melangkah ke semifinal.
Namun, kegagalan tersebut tidak otomatis berarti seluruh skuad harus diganti.
Justru Herdman kini memiliki kesempatan melakukan evaluasi dengan pilihan pemain yang lebih lengkap. Kehadiran pemain abroad bisa memberikan kualitas sekaligus persaingan baru di dalam tim.
Kasus Rizky Ridho menjadi contoh paling aktual. Beredar kabar bahwa bek tersebut tidak masuk pilihan Herdman untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Namun PSSI membantahnya. Yunus Nusi menegaskan kabar tersebut hoaks karena sampai saat ini Herdman belum menyerahkan daftar pemain secara resmi. Dengan demikian, Ridho belum bisa disebut dicoret.
Ridho sendiri memiliki pengalaman penting bersama Timnas. Ia telah mencatat 54 caps sejak debut pada 2021 dan baru saja tampil dalam tiga pertandingan Piala AFF 2026 dengan selalu bermain penuh.
Tetapi pengalaman juga tidak boleh menjadi tiket otomatis menuju skuad.
Herdman harus memilih berdasarkan kebutuhan sistem. Pemain harus dinilai dari kemampuan menjalankan pressing, transisi, disiplin posisi, duel, hingga pengambilan keputusan ketika berada di bawah tekanan.
Hal yang sama berlaku bagi pemain abroad. Bermain di Eropa tentu menjadi nilai tambah, tetapi bukan jaminan seorang pemain otomatis menjadi starter.
Dengan Idzes, Diks, Verdonk dan pemain abroad lainnya yang berpotensi tersedia, Herdman justru memiliki ruang lebih besar untuk menentukan kombinasi terbaik. Yang dibutuhkan mungkin bukan perombakan total, melainkan evaluasi total.
Fondasi lama tetap bisa dipertahankan, tetapi tidak boleh ada pemain yang merasa tempatnya aman. Sebaliknya, pemain baru harus mendapatkan kesempatan jika memang lebih cocok dengan sistem Herdman.
Tekanan terhadap pelatih juga semakin besar karena target PSSI sudah jelas: juara. Indonesia berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh, sementara seluruh fase grup Indonesia dijadwalkan dimainkan di Jakarta.
Karena itu, FIFA ASEAN Cup 2026 bukan sekadar kesempatan untuk mencoba pemain. Ini adalah panggung bagi Herdman untuk membuktikan apakah ia mampu mengubah potensi skuad Indonesia menjadi tim yang benar-benar kompetitif.
Publik akan menunggu siapa yang dipanggil, siapa yang tersisih, dan bagaimana pemain-pemain terbaik tersebut ditempatkan dalam sistem.
Pada akhirnya, pertanyaannya bukan sekadar “haruskah skuad dirombak total?”
Pertanyaan yang lebih penting adalah: seberapa berani John Herdman memilih pemain berdasarkan sistemnya sendiri demi memenuhi target juara PSSI?
Sebab Indonesia tidak cukup hanya memiliki pemain-pemain terbaik.
Herdman harus menemukan kombinasi terbaik untuk membentuk tim juara.
Pembahasan mengenai pilihan pemain, potensi perubahan skuad, dan peluang Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 inilah yang menjadi topik podcast ITSMe bersama pengamat sepak bola Erwin Fitriansyah dan Firzie Idris.
Podcast yang berlangsung di studio Sentul, ini dipandu Gilang Respaty dan Pudila, membahas lebih jauh arah Timnas Indonesia di bawah John Herdman dan tantangan menuju target juara.










