ID EN

FIFA ASEAN Cup 2026: Saatnya Melihat Timnas Indonesia yang Sesungguhnya

Rabu, 2 September 2026 | 16:49

Penulis: Rojes Saragih

Ada satu alasan mengapa FIFA ASEAN Cup 2026 layak dinantikan publik Indonesia. Turnamen ini berpotensi menjadi panggung untuk melihat kekuatan Timnas Indonesia yang sesungguhnya—sesuatu yang belum sepenuhnya terlihat ketika Garuda tampil di Hyundai ASEAN Cup 2026.

Waktunya pun tepat. FIFA ASEAN Cup akan menjadi salah satu ujian penting bagi Indonesia sebelum menghadapi panggung yang jauh lebih besar, Piala Asia 2027 di Arab Saudi.

Tantangan di Piala Asia nanti tidak ringan. Indonesia berada di Grup F bersama Jepang, Qatar dan Thailand—tiga lawan dengan karakter berbeda dan level persaingan yang tidak bisa dianggap enteng.

Jepang merupakan salah satu kekuatan utama Asia, sementara Qatar adalah juara Piala Asia dalam dua edisi terakhir. Thailand pun merupakan rival yang sudah sangat dikenal Indonesia di level ASEAN.

Karena itu, FIFA ASEAN Cup bukan sekadar turnamen regional. Ini menjadi kesempatan penting bagi John Herdman untuk mengukur seberapa siap timnya sebelum menghadapi persaingan Asia.

Perbedaannya dengan Hyundai ASEAN Cup 2026 juga sangat penting.

FIFA ASEAN Cup merupakan kompetisi regional yang difasilitasi FIFA dan berlangsung dalam periode kalender internasional FIFA. Kondisi ini memberikan dasar pelepasan pemain dari klub sesuai ketentuan FIFA.

Indonesia pun berpeluang menurunkan skuad yang lebih lengkap.

Pemain-pemain terbaik yang selama ini berkarier di luar negeri dapat berkumpul. Inilah yang membuat turnamen tersebut menarik: seberapa kuat sebenarnya Timnas Indonesia jika seluruh pemain terbaik tersedia?

Pertanyaan itu muncul setelah penampilan di Hyundai ASEAN Cup 2026 belum memuaskan. Indonesia gagal melangkah ke semifinal setelah finis di posisi ketiga Grup A, termasuk kalah 0-3 dari Vietnam dan bermain imbang 1-1 melawan Singapura.

Namun, hasil tersebut belum tentu menggambarkan kekuatan Indonesia secara utuh.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji mengungkapkan sejumlah evaluasi setelah turnamen tersebut. Indonesia tidak boleh meremehkan lawan, tim harus lebih kompak dan solid, dan jika ingin menjadi juara, para pemain harus memiliki mental juara.

Tiga hal itu menjadi pekerjaan John Herdman.

Dengan skuad yang lebih lengkap, alasan mengenai keterbatasan pemain semakin sulit digunakan. Herdman harus membuktikan bahwa kualitas individu para pemain Indonesia dapat diubah menjadi kekuatan kolektif.

Di FIFA ASEAN Cup, Indonesia berada di Grup A bersama Singapura, Malaysia dan Bangladesh. Garuda dijadwalkan menghadapi Singapura pada 25 September, Malaysia pada 28 September dan Bangladesh pada 1 Oktober.

Seluruh pertandingan fase grup Indonesia akan dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Dengan kemungkinan hadirnya pemain terbaik, Indonesia tentu memiliki ambisi tinggi di turnamen ini.

Namun, ada target yang lebih besar di depan mata.

PSSI telah menetapkan perempat final atau delapan besar sebagai target Indonesia di Piala Asia 2027. Pada edisi sebelumnya, Garuda mencapai babak 16 besar.

Artinya, Indonesia dituntut naik satu level.

FIFA ASEAN Cup menjadi kesempatan untuk mengukur apakah tuntutan tersebut realistis. Bukan hanya dari hasil akhir, tetapi juga dari kualitas permainan dan kemampuan Herdman membangun tim.

Jika Indonesia tampil lebih solid, mampu mengontrol pertandingan, tidak meremehkan lawan dan menunjukkan mental juara, itu akan menjadi sinyal positif menuju Piala Asia.

Sebaliknya, jika persoalan lama kembali muncul meski pemain terbaik tersedia, pertanyaan yang lebih mendasar harus diajukan.

Mungkin persoalannya bukan lagi pada kualitas pemain, tetapi bagaimana Herdman mampu menyatukan mereka menjadi sebuah tim.

Pembahasan mengenai Timnas Indonesia dan FIFA ASEAN Cup 2026 ini menjadi salah satu topik dalam podcast mingguan ITSMe bersama pengamat sepak bola Ronny Pangemanan dan Kesit Budi Handoyo.

Podcast ini dipandu Gilang Respaty dan Pudila di Studio ITSMe, Sentul, Bogor, pada 31 Agustus 2026.

Pada akhirnya, FIFA ASEAN Cup 2026 bukan sekadar pertarungan untuk menentukan siapa yang terbaik di ASEAN.

Ini adalah kesempatan untuk melihat Timnas Indonesia yang sesungguhnya—sebelum Garuda menghadapi Jepang, Qatar dan Thailand di panggung Asia.