ID EN

Cesc Fabregas Pelatih Terbaik, Nico Paz Pemain Muda Terbaik Liga Italia 2025-26

Kamis, 3 September 2026 | 07:02

Penulis: Arif S

Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas.
Arsip - Pelatih klub Italia, Como 1907, Cesc Fabregas. . Foto: Antara/Como 1907

Cesc Fabregas mendapatkan pengakuan besar atas pencapaian sensasionalnya bersama Como 1907. Mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Serie A musim 2025-26 dalam Gran Gala del Calcio AIC di Teatro alla Scala, Milan.

Penghargaan itu menjadi puncak dari musim luar biasa Como. Di bawah arahan Fabregas, klub Lombardy mengamankan tiket ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub setelah mengakhiri musim di posisi keempat Serie A.

Dalam pemilihan Pelatih Terbaik Serie A 2025-26, Fabregas bersaing dengan Cristian Chivu dan Gian Piero Gasperini. Penghargaan diberikan kepada pelatih asal Spanyol atas kiprahnya bersama Como luar biasa. 

Bagi Fabregas, penghargaan itu bukan sekadar trofi individu tetapi juga pengakuan atas proyek yang dibangunnya di dunia kepelatihan.

Dari Pemain Como Menjadi Arsitek Kesuksesan

Fabregas bukan sosok asing bagi Como. Setelah mengakhiri karier bermainnya bersama klub itu pada 2023, ia mulai mengambil peran di tim kepelatihan dan berkembang hingga menjadi pelatih kepala.

Dalam waktu relatif singkat, Fabregas mengubah Como dari klub promosi ke Serie A menjadi kekuatan yang mampu mengganggu dominasi klub-klub tradisional Italia.

Pada musim pertamanya di Serie A, Como finis di posisi ke-10, sebuah pencapaian solid bagi klub yang baru kembali ke kasta tertinggi. Namun, Fabregas belum puas.

Musim berikutnya Como melakukan lompatan besar dan mengakhiri kompetisi di peringkat keempat.

Posisi itu memberi hadiah yang bahkan belum pernah dibayangkan sebelumnya, tiket Liga Champions.

Musim ini, Como bersiap menjalani debut Eropa dengan delapan pertandingan pada fase liga.

Mengubah Como Menjadi Tim Berani

Salah satu kekuatan utama Como era Fabregas terletak pada keberaniannya membangun permainan dengan identitas jelas.

Pengalaman sebagai gelandang kreatif semasa bermain ikut memengaruhi pendekatan taktisnya. Fabregas berusaha membuat Como berani, memainkan bola, dan tidak sekadar bertahan demi meraih hasil.

Ia juga memberikan ruang besar kepada pemain muda. Nama paling menonjol adalah Nico Paz.

Pemain Argentina berkembang menjadi salah satu figur penting dalam proyek Fabregas dan mendapatkan penghargaan Pemain Muda Terbaik Serie A 2025-26 dalam Gran Gala del Calcio AIC.

Paz menjadi representasi bagaimana Fabregas menggabungkan pengembangan individu dengan kebutuhan tim.

Musim lalu, pemain kreatif itu mencetak 12 gol dan tujuh assist di Serie A. Perkembangan Paz ikut memperkuat identitas Como sebagai tim yang mengandalkan kreativitas sekaligus keberanian bermain menyerang.

Como Menantang Elite Italia

Finis keempat Como bukan sekadar angka di klasemen tetapi sinyal proyek yang mereka bangun telah berkembang jauh lebih cepat dari ekspektasi awal.

Klub-klub tradisional Italia harus melihat Como dengan cara berbeda. Tim yang sebelumnya lebih dikenal sebagai pendatang baru di Serie A kini memiliki kesempatan bertanding melawan klub-klub elite Eropa.

Menariknya, Como juga masuk nominasi untuk kategori Klub Terbaik Serie A, sebelum penghargaan akhirnya diberikan kepada Inter.

Tantangan Baru Bernama Liga Champions

Penghargaan itu datang ketika Fabregas memasuki tantangan terbesar dalam karier kepelatihannya.

Como akan menjalani debut di Liga Champions pada musim 2026-27. Fabregas akan memimpin skuadnya menghadapi Paris Saint-Germain, Manchester United, Leipzig, dan AEK Athena di kandang, serta Barcelona, Real Betis, Feyenoord, dan Lens di laga tandang.

Ia tidak lagi hanya dituntut mempertahankan posisi Como di papan atas Italia tetapi juga bersaing melawan klub-klub dengan pengalaman panjang di kompetisi Eropa.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!