IndonesiaTravelSport.com - Persib Bandung membuka perjalanan di Super League 2026/2027 dengan kemenangan meyakinkan. Menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (6/9/2026), Maung Bandung menang 3-1 setelah sempat tertinggal lebih dulu.
PSM mengejutkan Persib lewat gol cepat Kodai Tanaka pada menit keenam. Namun Persib menunjukkan respons yang menarik.
Setelah mengakhiri babak pertama dalam keadaan tertinggal, Persib bangkit pada paruh kedua melalui gol Patricio Matricardi, Balsa Sekulic, dan Uilliam Barros.
BACA JUGA
Persija Belum Pikirkan Persib, Mauricio Souza Tegaskan Fokus Penuh ke Persijap Jepara
Persija vs Persib di GBK, Duel Klasik Pekan Kedua Super League 2026
Julio Cesar, Benteng Pertahanan Persib dalam Duel Klasik Kontra Persija
Hasil itu memperlihatkan satu modal penting Persib: kemampuan merespons tekanan dan mengubah jalannya pertandingan. Persib juga mampu mengontrol permainan dengan penguasaan bola sekitar 70 persen.
Namun, kemenangan atas PSM belum cukup untuk menjawab pertanyaan besar mengenai kekuatan Persib musim ini.
PSM masih mampu memberikan ancaman dan mencetak gol lebih dahulu. Artinya, masih ada aspek yang perlu diperbaiki, terutama konsistensi permainan dan organisasi pertahanan ketika menghadapi tekanan.
Dan pekan kedua langsung menghadirkan ujian yang jauh lebih berat.
Persib akan bertandang ke Jakarta menghadapi Persija pada Sabtu (12/9/2026). Menariknya, Persija juga mengawali musim dengan kemenangan, setelah menundukkan Borneo FC 1-0 di Samarinda melalui gol Alexander Jeremejeff.
Dua kemenangan itu lahir dengan karakter berbeda.
Persib memperlihatkan kemampuan menguasai pertandingan dan melakukan comeback, sementara Persija menunjukkan disiplin pertahanan dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang.
Karena itu, duel Persija versus Persib bukan sekadar perebutan tiga poin.
Pertandingan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi dua pelatih dan proyek yang sedang mereka bangun.
Shin Tae-yong mulai membentuk Persija dengan fondasi pertahanan yang lebih kuat dan organisasi permainan yang disiplin.
Sementara Persib harus membuktikan bahwa dominasi permainan dan kemampuan mencetak gol bukan hanya efektif ketika menghadapi PSM.
Jika Persib mampu tetap mengontrol pertandingan di Jakarta, sekaligus menghadapi tekanan Persija, kemenangan atas PSM akan mendapatkan makna yang lebih besar.
Sebaliknya, jika Persija mampu meredam permainan Persib, efektivitas mereka akan menjadi senjata penting dalam persaingan musim ini.
Persebaya Masih Mencari Konsistensi
Sementara itu, Persebaya Surabaya mengawali musim dengan hasil imbang 1-1 di kandang Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Bajul Ijo sempat unggul melalui Yann Mabella pada menit ke-13, tetapi gagal mempertahankan keunggulan setelah Allano Lima menyamakan kedudukan pada menit ke-59.
Persebaya memang tidak dominan dalam penguasaan bola. Bhayangkara bahkan mencatat sekitar 73 persen penguasaan bola. Namun Persebaya tetap memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol tambahan.
Persoalannya adalah efektivitas, terutama pada umpan terakhir dan pengambilan keputusan di area lawan.
Satu poin dalam laga tandang bukan hasil buruk, tetapi Persebaya masih harus membuktikan apakah mereka mampu bermain lebih konsisten dan mengontrol pertandingan ketika menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi.
Pembacaan terhadap Persib, Persija, dan Persebaya tersebut menjadi salah satu bahasan dalam Podcast ITSMe di Studio Sentul, Bogor, Senin (7/9/2026), yang dipandu Raisha dan Gilang Respaty.
Pengamat sepak bola Yusuf Kurniawan atau Bung Yuke dan Erwin Fitriansyah membedah performa ketiga tim, perubahan karakter permainan, serta tantangan yang menanti di awal Super League 2026/2027.
Pekan pertama baru memberikan gambaran awal. Namun Persija versus Persib akan menjadi pertandingan yang jauh lebih penting untuk membaca sejauh mana fondasi kedua tim benar-benar sudah terbentuk.










