ID EN

Sail to Indonesia 2026 Bawa Wisatawan Mancanegara Jelajahi Bahari dan Budaya Sumbawa

Selasa, 22 September 2026 | 16:32

Penulis: Arif S

Dua kapal yacht bersandar di perairan Pulau Sumbawa
Dua kapal yacht bersandar di perairan Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Foto: Antara/Ady Ardiansah

Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat kedatangan para yachter dari berbagai negara dalam rangkaian Sail to Indonesia 2026. Momentum ini dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk mempromosikan wisata bahari, budaya, kuliner, dan kehidupan masyarakat setempat.

Sekitar 15 kapal singgah di Sumbawa dengan jumlah wisatawan 45 hingga 50 orang. Rombongan itu tidak sekadar menjadi persinggahan dalam perjalanan kapal layar, tetapi menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah memperkenalkan pengalaman wisata lebih luas kepada pasar internasional.

Karaci Sambut Wisatawan

Penyambutan rombongan Sail to Indonesia 2026 tidak sekadar seremonial. Pemerintah Pemkab menghadirkan atraksi Karaci, kesenian tradisional yang mempertontonkan adu ketangkasan dua petarung.

Dua wisatawan mancanegara dilibatkan dalam atraksi. Pertunjukan ini memberi kesempatan kepada wisatawan untuk melihat tradisi lokal secara langsung, sekaligus merasakan keterlibatan dalam kegiatan budaya.

Bagi destinasi seperti Sumbawa, pengalaman budaya dapat menjadi pelengkap penting bagi wisata bahari. Setelah menikmati laut dan alam, wisatawan memperoleh gambaran mengenai tradisi yang hidup di tengah masyarakat.

Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot mengatakan kunjungan para yachter diharapkan meninggalkan kesan mendalam dibanding sekadar beberapa hari berada di destinasi.

“Saya berharap setelah beberapa hari berlayar di laut Indonesia, Bapak dan Ibu tidak hanya membawa kapal yang kembali berlayar, tetapi juga membawa pulang cerita tentang Sumbawa,” ujar Jarot saat Welcoming Ceremony Sail to Indonesia 2026 di Pantai Saliper Ate, Kecamatan Labuhan Badas, Senin.

Hiu paus hingga Kuliner Sumbawa

Para wisatawan ditawarkan berbagai pengalaman yang menunjukkan karakter Sumbawa. Salah satunya, menyaksikan hiu paus di Teluk Saleh.

Selain wisata bahari, para peserta diajak menikmati panorama alam, mengenal tradisi lokal, mencicipi kuliner khas, serta berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Bagi pemerintah daerah, pengalaman semacam itu menjadi bagian dari promosi destinasi. Wisatawan mancanegara tidak hanya datang untuk melihat laut dari atas kapal, tetapi juga berkesempatan mengenal lebih dekat kehidupan di wilayah pesisir.

Jarot menyebut kekuatan pariwisata Sumbawa tidak hanya pada pantai dan laut. Ada ekosistem, tradisi, kuliner, hingga karakter masyarakat yang menjadi bagian dari pengalaman wisata.

"Ada lautnya, ada alamnya, ada hiu pausnya, ada budayanya, ada kulinernya, dan tentu ada masyarakatnya yang ramah," ujarnya.

Mengajak Yachter Menjelajah Lebih Jauh

Kehadiran rombongan kapal layar dimanfaatkan Pemkab Sumbawa untuk mendorong wisatawan menjelajahi lebih banyak destinasi.

Jarot mengajak para yachter menikmati Sumbawa tidak hanya dari satu titik persinggahan. Ia berharap pengalaman itu diceritakan kembali kepada keluarga, teman, maupun komunitas wisatawan di negara asal.

"Enjoy Sumbawa. Explore Sumbawa. And please, tell the world about Sumbawa," katanya.

Bagi sebuah destinasi, pengalaman pribadi wisatawan dapat menjadi nilai tambah. Foto, cerita perjalanan, rekomendasi, hingga percakapan di komunitas perjalanan dapat memperluas pengenalan sebuah tempat tanpa berhenti pada kampanye promosi formal.

Delapan Negara Hadir di Sumbawa

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa Tata Kostara mengatakan rombongan Sail to Indonesia mulai memasuki wilayah Sumbawa pada 18 September 2026.

Sebelum mengikuti agenda penyambutan di Pantai Saliper Ate, para peserta telah mengunjungi sejumlah destinasi di Sumbawa.

"Perjalanan ini merupakan rangkaian dari Sail Indonesia. Mereka masuk ke Sumbawa tanggal 18, kemudian mengunjungi destinasi di Sumbawa," katanya.

Peserta Sail to Indonesia berasal dari Amerika Serikat, Australia, Singapura, Inggris, Prancis, Swedia, Selandia Baru, dan Argentina.

Tata berharap para peserta tidak hanya mengenal Sumbawa sebagai tempat persinggahan kapal layar, tetapi juga melihat potensi destinasi yang dapat mereka kunjungi kembali pada perjalanan berikutnya.

“Kita berharap Sumbawa semakin dikenal dunia internasional. Ini juga ajang promosi untuk peningkatan kualitas kepariwisataan Sumbawa,” harapnya.

Cerita Wisatawan Diharapkan Jadi Promosi Lanjutan

Promosi melalui Sail to Indonesia tidak berhenti ketika kapal meninggalkan Sumbawa. Pemkab berharap pengalaman para wisatawan dapat berkembang menjadi cerita perjalanan yang mereka bagikan setelah kembali ke negara masing-masing. Dengan begitu, kunjungan kali ini berpotensi membuka pintu bagi wisatawan lain untuk mencoba pengalaman serupa.

Model promosi berbasis pengalaman tersebut juga memberikan kesempatan bagi destinasi untuk memperkenalkan sisi yang mungkin tidak terlihat dari materi promosi biasa.

Wisatawan yang datang langsung dapat merasakan karakter laut, bertemu masyarakat, mencoba makanan lokal, dan melihat tradisi dari jarak dekat. .

UMKM Menunggu Manfaat Fkonomi

Di balik promosi destinasi, kedatangan wisatawan mancanegara membawa harapan terhadap pergerakan ekonomi lokal.

Tata mengatakan pemerintah daerah ingin kunjungan rombongan Sail to Indonesia ikut memberikan dampak kepada UMKM, pelaku usaha pariwisata, dan sektor ekonomi kreatif.

“Mudah-mudahan dengan adanya kedatangan rombongan Sail ini, pergerakan ekonomi, UMKM, terus pelaku pariwisata ini bisa semakin menggeliat,” katanya.

Harapan itu menunjukkan wisata bahari tidak hanya dipandang dari jumlah kunjungan. Perjalanan wisata diharapkan menciptakan rantai ekonomi lebih luas, mulai dari transportasi, kuliner, produk lokal, hingga jasa wisata.

Semakin lama wisatawan tinggal dan semakin banyak pengalaman berkesan, semakin besar pula peluang belanja wisatawan tersebar kepada pelaku usaha di berbagai titik.

Karena itu, pemerintah daerah ingin kunjungan yachter tidak berhenti sebagai agenda maritim, tetapi berkembang menjadi aktivitas pariwisata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!