ID EN

Jalur Pendakian Torean Gunung Rinjani Ditutup Sementara Akibat Kebakaran Hutan

Kamis, 24 September 2026 | 12:26

Penulis: Arif S

Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat
Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat, 23 Septenber 2026. . Foto: Antara/HO-Humas Balai TNGR.

Jalur pendakian Torean di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, ditutup sementara setelah kebakaran hutan terjadi di Bukit Setampol. Penutupan dilakukan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sebagai langkah untuk menjaga keselamatan pendaki sekaligus mengantisipasi meluasnya dampak kebakaran.

Kebakaran terjadi di Resor Torean pada Selasa 22 September 2026. Sehari setelah kejadian, Balai TNGR NTB menetapkan jalur wisata pendakian Torean ditutup untuk sementara waktu.

"Menyusul terjadinya kebakaran hutan di Bukit Setampol, Resor Torean, pada Selasa 22 September 2026, kami menetapkan penutupan sementara jalur wisata pendakian Torean, Kabupaten Lombok Utara," ujar Kepala Balai TNGR NTB Budy Kurniawan di Mataram, Rabu.

Penutupan mulai berlaku pada 23 September 2026 dan belum ditentukan kapan jalur akan kembali dibuka. Kondisi di lapangan masih menjadi perhatian petugas sebelum keputusan mengenai pembukaan kembali jalur pendakian dibuat.

"Penutupan sementara terhitung mulai 23 September 2026 hingga pemberitahuan lebih lanjut," katanya.

Bagi calon pendaki yang sudah mengantongi e-tiket melalui jalur Torean mulai 23 September, Balai TNGR memberikan pilihan untuk menyesuaikan rencana perjalanan. 

Pendaki dapat melakukan penjadwalan ulang atau mengalihkan pintu masuk dan keluar melalui jalur pendakian lain hingga Torean dinyatakan aman untuk digunakan kembali.

Pendaki yang saat ini masih beraktivitas di kawasan Rinjani dan sebelumnya memilih Torean sebagai pintu keluar juga tidak perlu memaksakan diri menggunakan jalur itu. Petugas Balai TNGR akan mengarahkan pendaki keluar melalui jalur Sembalun atau Senaru sesuai kondisi di lapangan.

"Kami berharap pendaki mematuhi arahan dari petugas untuk keselamatan dan kelestarian kawasan Gunung Rinjani," katanya.

Balai TNGR meminta seluruh pengunjung tidak memasuki jalur Torean selama masa penutupan. Imbauan itu menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko terhadap pendaki sekaligus memberi ruang bagi petugas untuk melakukan penanganan dan pemantauan di kawasan terdampak.

"Mohon mengikuti arahan petugas dan tidak memaksakan aktivitas pendakian demi keselamatan bersama," katanya.

Di sisi lain, penanganan kebakaran dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak. Balai TNGR berkoordinasi dengan TNI/Polri serta pemangku kepentingan terkait untuk menangani kondisi di Bukit Setampol.

"Pemadaman awal dan pengendalian kebakaran dengan melibatkan Manggala Agni serta Masyarakat Peduli Api (MPA)," katanya.

Setelah penanganan awal dilakukan, pemantauan kondisi kebakaran terus berjalan. Evaluasi di lokasi diperlukan untuk memastikan situasi tetap terkendali dan mengantisipasi kemungkinan api meluas ke area lain.

"Kami terus melakukan penguatan pengamanan, pengawasan kawasan, serta pengendalian akses untuk mencegah risiko kebakaran," kata Budy.

Penutupan jalur Torean menjadi pengingat aktivitas pendakian di kawasan Gunung Rinjani sangat bergantung pada kondisi alam dan keamanan di lapangan. Bagi pendaki yang telah merencanakan perjalanan, perubahan rute untuk sementara menjadi pilihan hingga Balai TNGR memberikan pemberitahuan terbaru mengenai kondisi jalur Torean.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!