ID EN

47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk Michelin Keys 2026, Terbanyak Kedua di Asia Tenggara

Kamis, 24 September 2026 | 13:02

Penulis: Arif S

Daya saing sektor hospitality Indonesia
Ilustrasi - Daya saing sektor hospitality Indonesia semakin kuat.. Foto: Kemenpar

Sebanyak 47 hotel dan resor di Indonesia masuk dalam daftar bergengsi Michelin Keys 2026 yang diterbitkan dalam Global MICHELIN Guide. Capaian ini mencatatkan rekor baru bagi Indonesia. Pada tahun sebelumnya, hanya 33 hotel dan resor Indonesia masuk dalam daftar Michelin Keys.

Dengan 47 properti tahun ini, Indonesia menjadi negara dengan jumlah hotel pemegang Michelin Keys terbanyak kedua di Asia Tenggara setelah Thailand. Bagi Kementerian Pariwisata (Kemenpar), pencapaian ini menunjukkan semakin kuatnya daya saing sektor hospitality Indonesia.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pengakuan itu dapat memberikan dampak lebih luas terhadap citra pariwisata Indonesia di mata dunia.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengelola dan insan hospitality yang terus konsisten menjaga standar kualitas,” ujar Menpar Widiyanti dalam keterangannya.

Daftar Michelin Keys 2026 dipublikasikan pada 18 September 2026 setelah melalui proses seleksi sekitar 9.000 properti di seluruh dunia. Dari jumlah itu, Indonesia memperoleh tiga hotel dan resor dengan 3 Keys, 11 properti dengan 2 Keys, serta 33 properti dengan 1 Key.

Tiga Properti Raih 3 Michelin Keys

Level tertinggi dalam daftar Michelin Keys 2026 ditempati tiga properti Indonesia. Nihi Sumba di Sumba (Nusa Tenggara Timur), Amanjiwo di Magelang (Jawa Tengah), serta Mandapa Ritz Carlton Reserve di Ubud (Bali), masing-masing memperoleh 3 Keys atau kategori An Extraordinary Stay.

Pengakuan itu menempatkan ketiga properti sebagai bagian dari kelompok hotel dan resor dengan pengalaman menginap luar biasa berdasarkan penilaian Michelin Guide.

Sementara itu, 11 properti meraih 2 Keys atau An Exceptional Stay. Daftarnya mencakup Amankila, The Sanchaya, The Apurva Kempinski Bali, Soori Bali, Capella Ubud, Four Season Hotel Jakarta, Bvlgari Resort Bali, Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay, Buahan a Banyan Tree Escape, The Langham Jakarta, dan Raffles Bali.

Untuk kategori 1 Key atau A Very Special Stay, terdapat 33 hotel dan resor dari berbagai destinasi di Indonesia.

Daftar itu terdiri atas Como Shambala Estate, Capung Sebali, Amandari, Viceroy Bali, Bisma Eight Ubud, Plataran Komodo Resort and Spa, Desa Potato Head Bali, Blue Karma Village, Cap Koroso, Hotel Tugu Lombok, La Reserve 1785 Canggu, Lost Lindeberg, The Puri Villas and Spa, Revivo Wellness Resort Nusa Dua Bali, Nirjhara, Jimbaran Puri, A Belmond Hotel Bali, dan Samsara Ubud.

Nama lainnya adalah The Ridge Bali, The Legian Seminyak, Raffles Jakarta, Hotel Le Temple Borobudur, The Dharmawangsa Jakarta, Four Season Resort Bali at Sayan, Innit Lombok, Garrya Bianti Yogyakarta, The St. Regis Jakarta, The Ungasan Cliffton Resort, Jumaerah Bali, Desa Hay Canggu, Park Hyatt Jakarta, Taaktana Luxury Collection Resort and Spa Labuan Bajo, The Orient Jakarta: a Royal Hideaway Hotel, serta The St. Regis Bali Resort.

Lima Kriteria Michelin Keys

Masuknya puluhan hotel dan resor Indonesia ke dalam Michelin Keys 2026 tidak terlepas dari proses seleksi ketat. Properti yang dinilai harus memenuhi lima kriteria utama, mulai dari desain dan estetika bangunan hingga kualitas pengalaman menginap.

Harmonisasi arsitektur dengan lingkungan sekitar juga menjadi bagian penilaian. Selain itu, konsistensi pelayanan dan keramahan staf, karakter unik sebuah properti, serta kontribusinya dalam menghadirkan pengalaman lokal autentik bagi tamu turut menjadi pertimbangan.

Capaian di Michelin Keys bukan satu-satunya pengakuan internasional bagi hotel Indonesia sepanjang 2026. Sebelumnya, tiga hotel Indonesia juga masuk dalam daftar The 50 Best Hotels 2026.

Desa Potato Head di Seminyak, Bali, berada di posisi ke-21. Hotel itu memadukan konsep hotel butik, beach club, pusat seni dan budaya, serta komitmen terhadap kelestarian lingkungan.

Nihi Sumba masuk dalam daftar dan menempati posisi ke-35. Properti di Nusa Tenggara Timur itu memadukan pengalaman menginap mewah dengan pelestarian budaya lokal, arsitektur tradisional, dan perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Sementara itu, Mandapa di Bali berada di peringkat ke-61. Perpaduan pelayanan mewah, lanskap Ubud, dan kearifan lokal menjadi bagian dari daya tarik properti tersebut.

Penilaian dan pemeringkatan The 50 Best Hotels disusun berdasarkan ulasan serta analisis jaringan pakar global. Ribuan pakar dilibatkan untuk memberikan penilaian terhadap berbagai properti perhotelan di dunia.

Berbagai pengakuan itu menjadi momentum bagi Indonesia untuk terus memperkuat sektor hospitality. 

Menteri Pariwisata Widiyanti mengajak pelaku industri mempertahankan kualitas sekaligus meningkatkan daya saing agar semakin banyak properti Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

“Mari kita manfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Widiyanti.

Bagi wisatawan, deretan penghargaan memperlihatkan semakin beragamnya pilihan pengalaman menginap di Indonesia. Dari lanskap Sumba dan Ubud hingga destinasi perkotaan seperti Jakarta, hotel dan resor Indonesia semakin mendapat perhatian dalam peta hospitality internasional.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!