ID EN

Kebakaran Bromo Meluas, Ribuan Wisatawan Ajukan Refund dan Reschedule Kunjungan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:48

Penulis: Arif S

Padang rumput di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur
Arsip Foto - Kondisi padang rumput di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur yang terdampak kebakaran. . Foto: Antara/Ananto Pradana

Sebanyak 2.056 wisatawan mengajukan pengembalian biaya tiket atau refund kunjungan ke Gunung Bromo setelah kawasan wisata tersebut ditutup total akibat meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penutupan dilakukan demi mempercepat proses pemadaman sekaligus menjaga keselamatan wisatawan.

Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama mengatakan jumlah wisatawan yang melakukan refund kunjungan terdiri dari 1.944 wisatawan nusantara dan 112 wisatawan mancanegara. Pengajuan telah berlangsung sejak Minggu 9 Agustus.

"Jumlah wisatawan yang sudah melakukan refund untuk wisatawan Warga Negara Indonesia atau WNI 1.944 orang dan 112 warga negara asing," ujar Endrip.

Selain memilih pengembalian biaya tiket, sebagian wisatawan masih berharap dapat berkunjung ke Bromo setelah situasi kembali memungkinkan. Sebanyak 32 wisatawan nusantara mengajukan penjadwalan ulang atau reschedule kunjungan.

Secara keseluruhan, jumlah wisatawan yang dijadwalkan mengunjungi kawasan Gunung Bromo pada periode 9-15 Agustus mencapai 3.062 orang. Angka itu terdiri dari 2.671 wisatawan nusantara dan 391 wisatawan mancanegara.

Masih terdapat ratusan calon pengunjung yang belum menentukan pilihan terkait tiket mereka. Balai Besar TNBTS mencatat sebanyak **974 wisatawan** belum mengajukan refund, terdiri atas 695 wisatawan nusantara dan 279 wisatawan mancanegara.

"Kalau wisatawan nusantaranya yang belum mengajukan untuk refund 695 orang, sedangkan wisatawan mancanegara 279 orang," ujarnya.

Penutupan Total Bromo Demi Pemadaman Kebakaran

Balai Besar TNBTS sebelumnya memberlakukan penutupan total seluruh pintu masuk menuju kawasan Gunung Bromo pada Sabtu 8 Agustus pukul 22.00 WIB.

Penutupan mencakup lima akses resmi, yaitu Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula (Kabupaten Malang), serta Senduro (Kabupaten Lumajang).

Keputusan diambil setelah area kebakaran di kawasan Bromo terus meluas. Api bahkan dilaporkan menyeberangi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) dari arah Bukit Jantur dan membakar area savana.

Penutupan dilakukan sebagai tindak lanjut atas perkembangan situasi di lapangan untuk mengefektifkan upaya pemadaman. 

Selain itu, faktor keamanan dan keselamatan wisatawan menjadi pertimbangan utama selama kebakaran masih berlangsung.

Wisatawan terdampak penutupan diberikan pilihan untuk mengajukan refund atau menjadwalkan ulang kunjungan. Prosesnya dilakukan dengan mengisi formulir pada layanan booking online resmi yang disediakan pengelola.

Pembukaan kembali destinasi ikonik Jawa Timur itu bergantung pada situasi kebakaran serta hasil evaluasi terkait keamanan kawasan.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!