ID EN

Prediksi Piala Super Eropa 2026: PSG Favorit, Aston Villa Maksimalkan Momentum

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:43

Penulis: Arif S

Selebrasi Ousmane Dembele setelah mencetak gol PSG ke gawang Liverpool
Selebrasi Ousmane Dembele setelah mencetak gol PSG ke gawang Liverpool.
Sumber: Antaranews/UEFA.com

Paris Saint-Germain akan berusaha mempertahankan gelar Piala Super Eropa ketika menghadapi Aston Villa di Red Bull Arena, Salzburg, Austria, Kamis dinihari WIB. Pertandingan ini mempertemukan dua juara Eropa musim lalu. PSG datang sebagai kampiun Liga Champions, sedangkan Aston Villa mengamankan tiket ke laga ini setelah menjuarai Liga Europa.

Bagi PSG, duel di Salzburg bukan sekadar pertandingan pembuka musim. Tim asuhan Luis Enrique berpeluang masuk ke daftar eksklusif klub yang mampu mempertahankan gelar Piala Super Eropa.

PSG Bidik Sejarah Pertahankan Gelar Piala Super Eropa

Musim lalu, PSG harus melewati pertandingan dramatis untuk mengangkat trofi Piala Super Eropa. 

Les Parisiens membutuhkan gol telat Lee Kang-in dan Gonçalo Ramos untuk memaksakan hasil imbang 2-2 melawan Tottenham Hotspur sebelum akhirnya menang 4-3 melalui adu penalti di Udine.

Kini, PSG memiliki kesempatan untuk menjadi tim keempat yang mampu mempertahankan trofi.

Sebelumnya, hanya Ajax yang melakukannya pada 1973 dan 1974, AC Milan pada 1989 dan 1990, serta Real Madrid pada 2016 dan 2017.

Luis Enrique memiliki rekam jejak impresif di kompetisi ini. Setelah membawa PSG menang atas Tottenham musim lalu, pelatih asal Spanyol sebelumnya pernah membawa Barcelona menaklukkan Sevilla dengan skor 5-4 pada 2015.

Pertandingan itu hingga kini masih tercatat sebagai laga dengan jumlah gol terbanyak dalam sejarah Piala Super Eropa.

PSG datang ke Salzburg dengan status favorit. Mereka baru saja mempertahankan gelar Liga Champions setelah menyingkirkan Arsenal melalui adu penalti. Kedalaman skuad di hampir semua lini menjadi modal utama untuk kembali mengangkat trofi.

Produktivitas PSG juga menjadi perhatian. Mereka selalu mencetak gol dalam 28 pertandingan beruntun di semua kompetisi sejak kalah 0-1 dari Paris FC pada Januari.

Catatan itu menjadi rentetan pertandingan mencetak gol terpanjang PSG sejak mereka mencatat 36 laga beruntun antara September 2019 hingga Juli 2020.

Aston Villa Datang dengan Momentum Positif

Aston Villa menghadapi tugas berat, terutama karena sejarah dalam beberapa musim terakhir lebih banyak berpihak kepada tim pemegang gelar Liga Champions.

Dalam 13 musim terakhir, hanya satu juara Liga Europa yang memenangkan Piala Super Eropa. Pengecualian itu terjadi pada 2018 ketika Atletico Madrid mengalahkan Real Madrid 4-2.

Namun, Villa tidak datang tanpa modal. Tim asuhan Unai Emery menutup musim 2025/2026 dengan performa positif. 

Setelah menelan tiga kekalahan beruntun pada April dan Mei, Villa memenangkan empat dari lima pertandingan terakhir dengan satu hasil imbang. Mereka juga mencetak setidaknya dua gol dalam setiap pertandingan selama periode itu.

Rangkaian kemenangan itu termasuk keberhasilan mengalahkan Freiburg secara meyakinkan pada final Liga Europa. 

Emiliano Buendía mencetak gol dalam pertandingan tersebut, meski dua pencetak gol lainnya, Youri Tielemans dan Morgan Rogers, kini telah hengkang masing-masing ke Manchester United dan Chelsea.

Laga di Salzburg bisa menjadi ujian bagi sejumlah pemain baru Aston Villa. 

Johan Manzambi, João Gomes, serta Alejandro Garnacho yang bergabung dengan status pinjaman berpeluang mendapat kesempatan menghadapi juara Eropa dua musim berturut-turut.

Unai Emery dan Rekor Kurang Bersahabat di Piala Super Eropa

Meski memiliki pengalaman panjang di kompetisi Eropa, Unai Emery belum memiliki kenangan manis di Piala Super Eropa.

Ia gagal meraih trofi bersama Sevilla setelah kalah dari Real Madrid pada 2014 dan Barcelona pada 2015. 

Emery kembali mengalami kekecewaan pada 2021 ketika Villarreal kalah melalui adu penalti dari Chelsea.

Menariknya, lima dari enam pertandingan Piala Super Eropa yang melibatkan klub Inggris berakhir hingga babak adu penalti.

Empat pertandingan terakhir bahkan semuanya berakhir dengan skenario tos-tosan.

Satu-satunya pengecualian terjadi ketika Real Madrid mengalahkan Manchester United 2-1 pada 2017.

PSG vs Aston Villa: Pertemuan Ketiga

Pertandingan di Salzburg menjadi pertemuan ketiga antara PSG dan Aston Villa.

Kedua tim sebelumnya bertemu pada perempat final Liga Champions 2024/2025. PSG menang 3-1 pada leg pertama di kandang sendiri, sebelum kalah 2-3 di Villa Park.

Namun, hasil itu sudah cukup untuk membawa PSG lolos dengan agregat 5-4.

Bagi Aston Villa, ini akan menjadi penampilan kedua mereka di Piala Super Eropa. Pada penampilan sebelumnya tahun 1983, Villa yang berstatus juara Piala Champions mengalahkan Barcelona dengan agregat 3-1 setelah kalah 0-1 di laga tandang dan menang 3-0 di kandang.

Sementara itu, PSG akan menjalani pertandingan ketiga mereka di kompetisi ini. Pada 1997, PSG kalah dengan agregat 2-9 dari Juventus sebelum akhirnya meraih gelar pertama mereka melalui kemenangan adu penalti atas Tottenham musim lalu.

Dua pencetak gol PSG pada final musim lalu, Lee Kang-in dan Gonçalo Ramos, kini telah meninggalkan klub. Lee bergabung dengan Atletico Madrid, sedangkan Ramos melanjutkan kariernya bersama AC Milan.

Namun, kedatangan Maghnes Akliouche dari Monaco menjadi salah satu alasan baru bagi pendukung PSG untuk menatap musim dengan optimisme.

Prediksi PSG vs Aston Villa

Berdasarkan prediksi superkomputer Opta, PSG lebih diunggulkan untuk memenangkan pertandingan.

Dari 10.000 simulasi sebelum laga, PSG meraih kemenangan dalam 90 menit pada 45 persen simulasi.

Aston Villa memiliki peluang menang 29,6 persen dalam waktu normal. 

Sementara peluang pertandingan berakhir imbang dan berlanjut ke perpanjangan waktu, bahkan kemungkinan adu penalti, 25,5 persen.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!