ID EN

Selesaikan Kasus Robert Rene Alberts, Persib Bandung Bebas dari Sanksi FIFA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:30

Penulis: Arif S

Persib Bandung merekrut Luka Menalo dan Sandy Walsh
Persib Bandung merekrut Luka Menalo dan Sandy Walsh. . Foto: Antara/Rubby Jovan

Persib Bandung memastikan sanksi registration ban yang sebelumnya dijatuhkan FIFA telah dicabut secara permanen. Kepastian itu membuka kembali jalan bagi Maung Bandung untuk mendaftarkan pemain setelah menyelesaikan perkara lama berkaitan dengan mantan pelatih Robert Rene Alberts.

PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) mengatakan pencabutan sanksi dilakukan setelah klub menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan keputusan yang menjadi dasar perkara.

Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengatakan manajemen segera mengambil langkah setelah mengetahui adanya keputusan FIFA terkait persoalan lama tersebut.

“Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA terkait perkara lama yang berkaitan dengan periode 2022, kami langsung menentukan langkah yang diperlukan dan menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” ujar Adhitia di Bandung, Rabu.

Menurut Adhitia, kepastian pencabutan sanksi itu tertuang dalam surat resmi FIFA tertanggal 11 Agustus 2026 dengan Ref. No. FDD-28859.

Dalam surat tersebut, FIFA menyatakan proses perkara terhadap Persib telah ditutup setelah menerima konfirmasi Robert Rene Alberts telah menerima pembayaran sesuai dengan keputusan yang mendasari perkara.

FIFA menyatakan larangan Persib untuk mendaftarkan pemain baru telah dicabut secara permanen dan meminta PSSI segera mencabut larangan pada tingkat nasional.

Pencabutan registration ban menjadi kabar penting bagi Persib, terutama dalam menyusun skuad untuk menghadapi agenda kompetisi musim 2026/2027. 

Setelah persoalan diselesaikan, Maung Bandung dapat kembali fokus pada kebutuhan tim dan aktivitas di bursa pemain.

Adhitia menegaskan Persib memilih menyelesaikan persoalan dengan pendekatan profesional dan bertanggung jawab.

“Bagi kami, setiap keputusan regulator harus dihormati dan ditindaklanjuti secara bertanggung jawab. Ketika terdapat kewajiban yang harus diselesaikan, kami menentukan prioritas dan mengambil langkah yang diperlukan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik,” katanya.

Ia menambahkan, penyelesaian perkara merupakan bagian dari komitmen Persib dalam menjaga profesionalisme dan tata kelola klub sebagai tim sepak bola profesional.

Manajemen Persib, kata Adhitia, akan terus mengedepankan pendekatan objektif dan terukur dalam menghadapi setiap persoalan yang berkaitan dengan klub.

“Dalam menghadapi setiap persoalan, kami selalu mengedepankan pola yang rasional, bukan emosional. Kami melihat setiap situasi secara objektif, mempelajari aspek serta konsekuensinya, kemudian menentukan langkah berdasarkan skala prioritas,” pungkasnya.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!