ID EN

Jadi Pelatih Timnas Belanda, Xavi Hernandez Ungkap Pengaruh Johan Cruyff hingga Van Gaal

Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:38

Penulis: Arif S

Xavi Hernandez
Xavi Hernandez ditunjuk sebagai pelatih baru timnas Belanda. . Foto: Antaranews/KNVB.com

Legenda Spanyol dan Barcelona, Xavi Hernandez ditunjuk sebagai pelatih kepala timnas Belanda. Ia menggantikan Ronald Koeman yang mengundurkan diri setelah hasil mengecewakan Oranje di Piala Dunia 2026.

Penunjukan itu menandai kembalinya Xavi ke pinggir lapangan setelah dua tahun tidak menangani klub atau tim nasional. Ia terakhir bekerja sebagai pelatih Barcelona sebelum meninggalkan Camp Nou pada 2024.

“Xavi Hernandez telah ditunjuk sebagai pelatih kepala baru tim nasional putra Belanda. Xavi telah menyepakati kontrak hingga Piala Dunia FIFA 2030,” demikian pernyataan Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) melalui situs resmi pada Kamis.

Bagi Xavi, pekerjaan bersama Belanda bukan sekadar kesempatan kembali melatih. Mantan maestro lini tengah Barcelona itu mengaku memiliki hubungan kuat dengan filosofi sepak bola Negeri Kincir Angin.

“Saya merasa sangat terhormat bisa dipercaya menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda,” ujar Xavi.

Xavi menyebut perjalanan sepak bolanya sejak masa muda sangat dipengaruhi pemikiran sejumlah tokoh besar Belanda. Nama Johan Cruyff dan Rinus Michels menjadi bagian penting dari fondasi filosofi sepak bola yang dipelajarinya ketika berkembang di akademi Barcelona.

“Bisa dibilang, perjalanan saya dalam sepak bola banyak dipengaruhi sepak bola Belanda. Pelatih-pelatih hebat seperti Louis van Gaal, yang memberi saya kesempatan debut bersama Barcelona, serta Frank Rijkaard, juga memiliki peran besar dalam membentuk saya, baik sebagai pemain maupun pelatih,” katanya.

Menariknya, perjalanan Xavi kali ini kembali mempertemukannya dengan jejak Ronald Koeman. Sebelum mengambil alih timnas Belanda, Xavi pernah menggantikan Koeman sebagai pelatih Barcelona pada 2021.

Kala itu, Xavi sukses membawa Barcelona keluar dari periode sulit dan mempersembahkan gelar LaLiga pada musim 2022/23. Keberhasilan itu mengakhiri penantian Blaugrana kembali meraih gelar liga selama empat tahun.

Tantangan Xavi bersama timnas Belanda tidak ringan. Oranje baru saja menjalani Piala Dunia 2026 dengan hasil mengecewakan setelah tersingkir di babak 32 besar akibat kekalahan dari Maroko.

“Belanda memiliki budaya sepak bola yang kuat dan filosofi permainan yang jelas, itu sangat menarik bagi saya. Mereka dikenal dengan gaya bermain menyerang, mengandalkan penguasaan bola, serta penuh kreativitas, semangat, dan keyakinan,” kata Xavi.

Bagi Xavi, kemenangan tetap menjadi tujuan utama. Namun, mantan gelandang timnas Spanyol itu ingin timnya meraih hasil dengan pendekatan permainan sesuai karakter sepak bola Belanda.

“Tentu saja, tujuan paling penting selalu dan akan selalu menjadi kemenangan. Namun, saya lebih memilih meraihnya dengan cara yang mencerminkan karakter dan dapat dinikmati penggemar," katanya.

Pengalaman Xavi di level tertinggi menjadi modal besar untuk pekerjaan barunya. Sebagai pemain, ia menjadi bagian penting dari generasi emas Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2010 serta Piala Eropa 2008 dan 2012.

Setelah pensiun, Xavi memulai karier kepelatihannya bersama Al Sadd pada 2019. Ia sukses mempersembahkan tujuh trofi sebelum kembali ke Barcelona dua tahun kemudian.

Di Camp Nou, ia membawa Barcelona meraih gelar LaLiga 2022/23 dan Piala Super Spanyol 2023. Namun, performa tim kemudian mengalami penurunan dan masa tugasnya berakhir setelah musim 2023/24 tanpa tambahan trofi.

Setelah meninggalkan Barcelona, Xavi sempat dikaitkan dengan sejumlah klub dan tim nasional. Ia memilih mengambil waktu jeda sebelum akhirnya kembali menerima tantangan baru.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!