ID EN

Shin Tae-yong Membangun, Herdman Memilih: Babak Baru Sepak Bola Indonesia

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:00

Penulis: Rojes Saragih

Shin Tae-yong Membangun, Herdman Memilih
Shin Tae-yong Membangun, Herdman Memilih: Babak Baru Sepak Bola Indonesia. Foto: ITSMe

Jakarta - Sepak bola Indonesia kini memiliki dinamika baru yang menarik. Shin Tae-yong bekerja di level klub bersama Persija Jakarta, sementara John Herdman tetap memegang kendali Timnas Indonesia.

Keduanya tidak lagi berada di ruang yang sama seperti ketika Shin menjadi pelatih timnas. Namun, pekerjaan mereka tetap beririsan melalui pemain-pemain Persija yang berada dalam radar Herdman.

Situasi ini membuat hubungan Shin dan Herdman lebih menarik jika tidak dilihat semata-mata sebagai persaingan dua pelatih.

Shin membangun pemain melalui latihan dan kompetisi klub. Herdman kemudian memilih pemain dari berbagai klub untuk membentuk Timnas Indonesia. Apa yang dilakukan Shin di Persija berpotensi memengaruhi pilihan Herdman, sementara kebutuhan timnas juga dapat memengaruhi persiapan Shin.

Dengan kata lain, Shin membangun, Herdman memilih.

Enam Pemain Menjadi Titik Temu

Hubungan itu sudah memiliki bukti konkret.

Pada ASEAN Championship 2026, Herdman memanggil enam pemain Persija ke dalam skuad Indonesia, yakni Nadeo Argawinata, Jordi Amat, Rizky Ridho, Shayne Pattynama, Dony Tri Pamungkas dan Rayhan Hannan. Keenamnya masuk dalam daftar 26 pemain pilihan Herdman.

Dampaknya bahkan sudah dirasakan langsung oleh Shin.

Ketika Persija menjalani pertandingan pramusim Piala Presiden 2026, enam pemain itu masih menjalankan tugas bersama Timnas Indonesia sehingga Persija belum dapat tampil dengan kekuatan terbaik. Klub menyebut mereka masih berada dalam agenda timnas ketika Persija memulai era baru bersama Shin.

Kini, setelah kembali dari timnas, keenam pemain tersebut justru membutuhkan penanganan khusus.

Shin menyiapkan program latihan tersendiri untuk memulihkan kondisi fisik dan mental mereka setelah menjalani rangkaian pertandingan bersama Indonesia.

Situasi sederhana ini menggambarkan persoalan yang akan semakin sering muncul.

Herdman membutuhkan pemain Persija untuk timnas. Shin membutuhkan pemain yang sama untuk membangun Persija.

Shin Memiliki Waktu, Herdman Tidak

Perbedaan pekerjaan keduanya menjadi semakin penting.

Sebagai pelatih klub, Shin memiliki waktu sepanjang musim untuk membentuk struktur permainan Persija. Ia bisa mengulang pola latihan, memperbaiki kelemahan pemain, menentukan posisi, serta membangun pemahaman antarpemain.

Shin bahkan sudah menjelaskan identitas yang ingin dibangunnya. Ia menginginkan Persija bermain dengan mobilitas tinggi dan pendekatan seperti total football, dengan pemain yang lebih bebas bergerak serta saling mengisi ruang.

"Saya ingin Persija menjadi tim yang memiliki mobilitas tinggi," kata Shin.

Herdman bekerja dengan kondisi berbeda.

Pelatih timnas harus memilih dari pemain yang tersebar di berbagai klub, kemudian menyatukan mereka dalam waktu singkat sebelum pertandingan internasional.

Karena itu, pemain yang berkembang di bawah Shin tidak otomatis akan menjadi pilihan Herdman. Mereka tetap harus membuktikan bahwa kualitas tersebut sesuai dengan kebutuhan tim nasional.

Di situlah Persija dapat menjadi salah satu laboratorium penting bagi pemain Indonesia.

Herdman Sudah Mengamati Persija

Menariknya, hubungan Herdman dengan Persija sebenarnya sudah dimulai sebelum Shin kembali menangani klub tersebut.

Pada Januari 2026, Herdman datang langsung ke latihan Persija. Saat itu ia menyebut kunjungan ke klub sebagai bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih kuat antara tim nasional dan klub.

Herdman mengatakan keterbukaan Persija penting karena ia ingin membangun komunikasi dan kepercayaan dengan klub-klub Indonesia. Ia juga menegaskan kehadirannya di latihan klub merupakan bagian dari upaya agar pemain mengetahui bahwa mereka terus dipantau.

Kini situasinya menjadi lebih menarik karena pelatih yang harus mengembangkan pemain-pemain tersebut adalah Shin.

Ini menciptakan hubungan yang unik.

Herdman memilih berdasarkan kebutuhan timnas. Shin membentuk pemain berdasarkan kebutuhan Persija. Namun, kualitas pemain yang dihasilkan Persija dapat kembali menjadi aset Timnas Indonesia.

FIFA ASEAN Cup Menjadi Ujian Berikutnya

Hubungan klub dan timnas akan semakin penting menjelang FIFA ASEAN Cup 2026.

Turnamen itu dijadwalkan berlangsung pada September-Oktober dalam periode internasional FIFA. Indonesia menjadi tuan rumah, tetapi komposisi lawannya mengalami perubahan setelah India mundur untuk memprioritaskan pertandingan persahabatan melawan Brasil. Bangladesh kemudian menerima tawaran untuk menggantikan India, meski proses konfirmasi administratif masih berlangsung.

Perubahan itu tidak mengubah persoalan utama Herdman: ia tetap harus menentukan pemain terbaik untuk turnamen yang berlangsung dalam kalender FIFA.

Bagi Persija, persoalannya adalah bagaimana mengelola pemain yang kembali dari tugas internasional dan kemudian harus melanjutkan agenda klub.

Super League 2026/2027 sendiri dijadwalkan mulai 4 September, sehingga jarak antara kompetisi klub dan agenda timnas membuat pengelolaan kebugaran serta komunikasi menjadi semakin penting.

Bukan Shin Melawan Herdman

Publik kemungkinan akan terus membandingkan Shin Tae-yong dan John Herdman.

Shin meninggalkan sejumlah pencapaian ketika menangani Indonesia dan kini kembali dengan proyek berbeda di Persija. Herdman datang untuk membangun era baru Timnas Indonesia.

Namun, membandingkan keduanya hanya berdasarkan hasil akhir justru mengabaikan hubungan yang sedang terbentuk.

Shin memiliki waktu untuk membentuk pemain.

Herdman memiliki waktu terbatas untuk menguji mereka.

Shin membangun kebiasaan bermain di klub.

Herdman mengukur apakah kebiasaan tersebut dapat diterapkan di level internasional.

Jika Shin berhasil meningkatkan kualitas pemain Persija, Herdman mendapatkan lebih banyak pilihan untuk timnas.

Sebaliknya, pengalaman pemain bersama Herdman dapat kembali ke Persija dan membantu mereka berkembang sebagai pemain yang lebih matang.

Siklus itulah yang seharusnya dibangun.

Bukan Persija melawan Timnas Indonesia.

Bukan pula Shin Tae-yong melawan John Herdman.

Melainkan klub dan timnas yang saling memperkuat.

Enam pemain Persija yang sudah dipanggil Herdman menunjukkan bahwa hubungan tersebut bukan lagi kemungkinan. Ia sudah berjalan.

Kini tantangannya adalah memastikan pemanggilan pemain tidak berubah menjadi tarik-menarik kepentingan antara klub dan timnas.

Jika komunikasi berjalan baik, kembalinya Shin Tae-yong ke Persija justru dapat menjadi keuntungan bagi era John Herdman.

Shin membentuk pemain dalam kompetisi klub.

Herdman memilih dan menguji mereka di level internasional.

Dan dari dua proses itulah sepak bola Indonesia dapat menemukan satu tujuan yang sama: menghasilkan pemain dan tim yang lebih kuat.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!