Tidak semua perjalanan harus berakhir di puncak. Ada kalanya, setelah cukup lama mengejar ketinggian, cara terbaik menikmati alam justru dengan mengikuti aliran air.
Itulah yang dilakukan Syafira, Reporter ITSMe, dalam perjalanan kali ini.
Sekitar pukul 07.00 WIB, Syafira berangkat dari kantor ITSMe di Sentul, Kabupaten Bogor, menuju kawasan wisata Gunung Salak Endah di Kecamatan Pamijahan. Kali ini, ia tidak memburu satu curug saja. Ada tiga destinasi yang ingin dijelajahinya: Curug Kondang, Balong Endah, dan Curug Pangeran.
BACA JUGA
Itsme Travel Series: Taklukkan Adrenalin dan Keseruan Tanpa Batas di Jungleland
Segera Dibuka! Wisata Air Baru di Bohor, Menyusuri Jalur Rahasia Penghubung Dua Situ
Bosan ke Puncak? Ini 6 Destinasi Healing di Bogor yang Wajib Masuk Daftar Liburan
Sekitar dua jam perjalanan dari titik keberangkatan, petualangan dimulai.
Pemberhentian pertama adalah Curug Kondang, yang juga dikenal sebagai Curug Ngumpet 2. Sejumlah situs wisata menyebut lokasi ini dengan dua nama berbeda, meski merujuk pada tempat yang sama. Curug tersebut berada di kawasan Gunung Salak Endah dan menawarkan suasana alami yang masih dikelilingi pepohonan rindang.
Di tempat ini, perjalanan seolah mendapatkan jeda pertamanya.
Suara air menjadi lebih dominan daripada suara kendaraan. Udara terasa lebih sejuk, sementara lanskap hijau di sekitar curug membuat perjalanan dari Sentul terasa mulai terbayar.
Curug Kondang bukan sekadar titik pertama yang harus dicentang. Ia menjadi pembuka perjalanan—tempat untuk berhenti sejenak sebelum kembali bergerak menuju destinasi berikutnya.
Dari sana, Syafira melanjutkan perjalanan menuju Balong Endah.
Secara administratif, Balong Endah tercatat berada di kawasan wisata Gunung Salak Endah Pasir Lenyit, Jalan Curug Pangeran, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Lokasi ini memang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam di kawasan tersebut.
Namun bagi Syafira, daya tarik Balong Endah bukan terletak pada nama atau lokasinya.
Airnya.
Kejernihan air membuat dasar kolam dapat terlihat dengan jelas dari permukaan ketika kondisi memungkinkan. Dan setelah hanya menikmati air dari tepian di destinasi sebelumnya, kali ini Syafira benar-benar masuk ke dalamnya.
Berenang.
Di tengah suasana hijau Gunung Salak Endah, Balong Endah memberikan ruang untuk memperlambat perjalanan. Tidak ada puncak yang harus dikejar. Tidak ada target yang harus dicapai. Untuk beberapa saat, perjalanan cukup diisi dengan air, pepohonan, dan udara yang lebih sejuk.
Setelah puas berenang dan mengganjal perut, perjalanan kembali dilanjutkan.
Destinasi terakhir adalah Curug Pangeran.
Curug ini juga berada di kawasan Gunung Salak Endah, Kabupaten Bogor. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu tujuan wisata alam dengan sejumlah air terjun dan kolam alami yang dapat dinikmati pengunjung.
Jika dua destinasi sebelumnya sudah memberikan pengalaman tersendiri, Curug Pangeran menyimpan satu kejutan sederhana: dinginnya air.
“Wah, airnya benar-benar dingin,” ujar Syafira.
Bukan sekadar dingin yang terasa sesaat. Sensasinya seperti benar-benar berenang di dalam air es.
Di sinilah perjalanan tiga curug itu menemukan penutupnya.
Curug Kondang atau Curug Ngumpet 2 membuka perjalanan. Balong Endah memberikan pengalaman berenang di air yang begitu jernih. Sementara Curug Pangeran menutup semuanya dengan sensasi dingin yang langsung terasa ketika tubuh menyentuh air.
Tiga curug, tiga pengalaman.
Tetapi mungkin, yang paling penting dari perjalanan ini bukanlah jumlah destinasi yang berhasil didatangi.
Melainkan bagaimana perjalanan membuat kita berhenti sejenak.
Dari Sentul menuju Pamijahan, Syafira tidak sedang mengejar sebuah puncak. Ia hanya mengikuti perjalanan dari satu aliran air menuju aliran air berikutnya.
Dan ternyata, itu sudah cukup untuk menciptakan sebuah cerita.
Karena petualangan tidak selalu harus tentang seberapa tinggi kita mendaki.
Kadang, petualangan justru dimulai ketika kita memilih untuk turun, mendekati air, lalu membiarkan alam mengambil alih cerita.
Inilah ITSMe Travel Series bersama Syafira.
Tiga curug. Satu perjalanan. Satu kisah baru dari kawasan Gunung Salak Endah.
Dan perjalanan berikutnya, tentu masih menunggu untuk diceritakan.










