ID EN

Rory McIlroy dan Nelly Korda, Mungkinkah Ada Ryder Cup Campuran Eropa vs Amerika?

Selasa, 22 September 2026 | 23:12

Penulis: Arif S

Rory McIlroy
Pegolf Irlandia Utara, Rory McIlroy.. Foto: Tangkapan layar YouTube DP World Tour

Bagaimana jika Rory McIlroy dan Nelly Korda berada dalam satu tim untuk menghadapi para pegolf terbaik Amerika Serikat dan Eropa? Gagasan itu mulai mendapat perhatian setelah kapten Tim Eropa, Luke Donald, mengusulkan kemungkinan menghadirkan turnamen golf beregu campuran dengan format serupa Ryder Cup dan Solheim Cup.

Ide itu membuka kemungkinan baru dalam kalender golf internasional. Pegolf putra dan putri terbaik dari Eropa dan Amerika Serikat bisa berada dalam satu lapangan, berbagi tim, serta bersaing dalam format beregu yang selama ini identik dengan Ryder Cup dan Solheim Cup.

Namun, mewujudkan turnamen semacam itu tidak sesederhana mempertemukan nama-nama besar. Padatnya kalender golf profesional, komitmen para pemain, format pertandingan, hingga persoalan kompensasi menjadi sejumlah tantangan tersendiri.

Luke Donald Buka Wacana Turnamen Campuran

Ryder Cup mempertemukan pemain terbaik Eropa dan Amerika Serikat dalam turnamen beregu putra. Sementara itu, Solheim Cup menghadirkan format serupa untuk pegolf putri.

Di luar dua ajang itu, terdapat Presidents Cup, mempertemukan Amerika Serikat dengan tim internasional yang tidak mencakup Eropa. Ada pula Grant Thornton Invitational, turnamen beregu campuran, digelar setiap Desember dan melibatkan pemain dari PGA Tour dan DP World Tour.

Namun, turnamen campuran dalam skala internasional dengan format mirip Ryder Cup dan Solheim Cup belum terwujud.

Luke Donald melihat peluang untuk menghadirkan kompetisi semacam itu.

"Saya sangat mendukung adanya beberapa turnamen tempat kami bermain bersama dan berbagi kemampuan satu sama lain. Menurut saya, itu sangat bagus untuk disaksikan," ujarnya.

Donald bahkan membayangkan bagaimana menariknya jika sejumlah pemain terbaik dari golf putra dan putri berada dalam satu tim.

"Siapa yang tidak ingin melihat Nelly Korda atau Charley Hull bermain bersama Rory McIlroy, Jon Rahm atau Scottie Scheffler - beberapa pemain terbaik di dunia dari golf putra dan putri?" lanjutnya.

Meski demikian, Donald menyadari gagasan itu membutuhkan waktu untuk diwujudkan. Ia juga mengakui tantangan terbesar mungkin datang dari padatnya kalender pertandingan.

Kalender Padat Jadi Tantangan Utama

Turnamen beregu telah menjadi bagian penting dalam kalender golf. Ryder Cup, Solheim Cup, dan Presidents Cup secara tradisional digelar pada September.

Pada golf putra, periode musim gugur menjadi bagian penting dari jadwal DP World Tour setelah musim PGA Tour berakhir.

Karena itu, menambahkan satu turnamen internasional baru akan membutuhkan ruang khusus dalam kalender.

"Secara prinsip, itu bagus, tetapi ketika masuk ke persoalan praktis, di mana turnamen itu akan ditempatkan dalam kalender?" kata kapten Ryder Cup yang pernah membawa Eropa juara, Paul McGinley, kepada Sky Sports.

McGinley mempertanyakan kesediaan pemain mengikuti satu lagi turnamen beregu, terutama jika tidak ada bayaran seperti pada kompetisi profesional reguler.

"Apakah para pemain akan bermain di turnamen beregu lainnya, terutama ketika mereka mungkin tidak akan dibayar untuk itu? Itulah kompleksitasnya, tetapi secara teori gagasan ini sangat bagus," katanya. 

Persoalan itu menjadi semakin relevan karena kalender golf terus berkembang.

Golf akan menghadirkan kompetisi beregu campuran di Olimpiade Los Angeles 2028. Kehadiran nomor campuran menunjukkan konsep pria dan wanita bertanding dalam satu kompetisi bukan sesuatu yang sepenuhnya baru.

Namun, mencari tanggal yang tepat untuk turnamen baru tetap menjadi pekerjaan besar.

Anthony Wall, mantan pemain DP World Tour, melihat semakin banyak kompetisi beregu akan menarik, tetapi kalender yang semakin penuh dapat menjadi hambatan.

"Semakin banyak pertandingan beregu dan semakin banyak golf yang kami miliki, menurut saya itu bagus, tetapi jadwal semakin padat," katanya.

Ia menambahkan keberadaan Olimpiade mengharuskan pemain semakin selektif dalam menentukan agenda.

"Anda juga memiliki golf di Olimpiade dan semakin sulit bagi para pemain untuk berkomitmen - itulah masalahnya. Kami sudah mencoba sejumlah hal berbeda selama bertahun-tahun dan semuanya berkaitan dengan jumlah pekan, memang sangat sulit," ungkapnya.

Bagaimana Jika Presidents Cup Dibuat Campuran?

Wacana lain menjadikan Presidents Cup sebagai kompetisi campuran pernah muncul. 

Saat ini, Presidents Cup mempertemukan Amerika Serikat dengan tim internasional, terdiri dari negara-negara di luar Eropa. 

Format itu membuka kemungkinan untuk menggabungkan pegolf putra dan putri dari berbagai negara dalam satu tim.

Jika menggunakan format kualifikasi Presidents Cup saat ini, sejumlah pemain putri papan atas dunia berpotensi memperkuat tim internasional.

Paul McGinley melihat kemungkinan kerja sama antara PGA Tour dan LPGA Tour untuk menciptakan kompetisi baru.

"Mungkin mereka (PGA Tour) bisa bekerja sama dengan LPGA Tour untuk menciptakan sesuatu seperti itu," tandasnya. 

Namun, menurut McGinley, menjadikan Presidents Cup sebagai turnamen campuran tampaknya belum menjadi pilihan.

"Apakah mereka akan melakukannya untuk Presidents Cup masih diragukan, karena mereka sudah mengatakan tidak terhadap situasi tersebut," katanya. 

Meski demikian, ia membuka kemungkinan dibuatnya jalur baru untuk turnamen semacam itu.

"Mereka mungkin membuka jalur baru untuk itu, siapa tahu, tetapi memang masuk akal untuk melakukannya karena Anda akan mendapatkan dua tim yang sangat bagus dan seimbang," katanya.

McGinley menilai kombinasi pemain putra dan putri internasional dapat menghasilkan tim sangat kompetitif.

"Jika Anda menambahkan setengah dari pemain putri internasional bersama para pemain putra, Anda akan memiliki tim yang cukup tangguh dan tim yang akan sangat kuat menghadapi kekuatan Amerika," katanya. 

Olimpiade Los Angeles 2028 Bisa Menjadi Referensi

Gagasan turnamen golf campuran bukan sekadar wacana. Nomor beregu campuran akan hadir dalam Olimpiade Los Angeles 2028.

Format itu dapat menjadi salah satu contoh bagaimana pegolf putra dan putri dapat dipertemukan dalam sebuah kompetisi dengan struktur berbeda dari turnamen individual.

Pertanyaannya adalah apakah konsep itu dapat diperluas ke level internasional seperti Ryder Cup atau Solheim Cup.

Dari sisi daya tarik, kombinasi nama-nama besar seperti McIlroy, Korda, Scottie Scheffler, Charley Hull, Jon Rahm, dan pemain top lainnya tentu menawarkan potensi tontonan berbeda.

Namun, gagasan itu masih harus berhadapan dengan persoalan jauh lebih praktis: kalender pertandingan, komitmen pemain, format kompetisi, kerja sama antarorganisasi, serta struktur penghargaan bagi para pegolf.

Untuk saat ini, turnamen golf campuran Eropa versus Amerika masih berupa gagasan. Tetapi dengan Olimpiade Los Angeles 2028 sudah memasukkan kompetisi campuran, serta semakin banyaknya turnamen mempertemukan pegolf putra dan putri, wacana tersebut memiliki ruang untuk terus dibicarakan.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!