Peta Kekuatan Tiga Lawan Timnas Indonesia di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026
Rabu, 23 September 2026 | 12:23
Penulis: Arif S

Timnas Indonesia akan menghadapi tiga karakter lawan berbeda di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Malaysia, Singapura, dan Bangladesh memiliki sejarah pertemuan masing-masing dengan Garuda, sementara posisi mereka dalam ranking FIFA memberikan gambaran tambahan mengenai peta persaingan sebelum turnamen dimulai.
Indonesia menjadi tim dengan peringkat FIFA tertinggi di Grup A. Dalam ranking resmi terakhir FIFA per 20 Juli 2026, Indonesia berada di posisi ke-118, disusul Malaysia (136), Singapura (148), dan Bangladesh (181).
Namun, angka ranking tidak sepenuhnya menggambarkan dinamika pertandingan. Rekor pertemuan Indonesia dengan ketiga lawannya menunjukkan, setiap laga Grup A membawa tantangan berbeda.
BACA JUGA
Timnas Indonesia Tanpa Jay Idzes di FIFA ASEAN Cup 2026, Ini 23 Pemain Pilihan John Herdman
Luke Vickery Tak Sabar Debut di FIFA ASEAN Cup 2026, Skuad Timnas Indonesia Hampir Lengkap
John Herdman Tak Janjikan Gelar, tapi Pastikan Timnas Indonesia Berikan Segalanya
Malaysia, Rival dengan Rekor Pertemuan Paling Ketat
Malaysia menjadi lawan Indonesia dengan sejarah pertemuan paling panjang. Menurut 11v11m kedua negara sudah bertemu 85 kali, dengan Indonesia mencatat 33 kemenangan, 18 hasil imbang, dan 34 kekalahan.
Catatan itu memperlihatkan betapa ketatnya persaingan Indonesia dan Malaysia. Selisih kemenangan bahkan hanya satu pertandingan untuk keunggulan Malaysia dalam keseluruhan sejarah pertemuan.
Dari sisi ranking, Malaysia menjadi lawan dengan posisi paling dekat dengan Indonesia. Harimau Malaya menempati peringkat ke-136, terpaut 18 posisi dari Garuda pada ranking FIFA resmi terakhir.
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman patut mewaspadai Malaysia. Harimau Malaya datang dengan sejumlah pemain naturalisasi, termasuk penyerang kelahiran Brasil, Bergson da Silva, yang mendapat panggilan untuk FIFA ASEAN Cup 2026.
Bergson bahkan menekankan Malaysia menargetkan trofi.
Pertemuan Indonesia dan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan pada laga kedua Garuda di Grup A, setelah menghadapi Singapura.
Rekor Indonesia Lebih Positif Lawan Singapura
Jika dibandingkan Malaysia, catatan Indonesia melawan Singapura terlihat lebih menguntungkan. Dari 60 pertemuan, Indonesia mengoleksi 30 kemenangan, 11 hasil imbang, dan 19 kekalahan.
Pertemuan terakhir kedua negara terjadi tidak lama sebelum FIFA ASEAN Cup 2026. Indonesia bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada 7 Agustus 2026 dalam ASEAN Championship.
Meski secara historis Indonesia unggul, Singapura tetap memiliki modal tersendiri. Mereka menempati posisi ke-148 ranking FIFA, 30 tingkat di bawah Indonesia.
Selain itu, Singapura berhasil memastikan tempat di Piala Asia 2027 setelah mengalahkan Hong Kong 2-1 pada November 2025.
Artinya, pertandingan pembuka Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 tidak bisa hanya dilihat dari rekor masa lalu.
Singapura datang dengan pengalaman baru setelah memastikan tiket ke turnamen kontinental dan akan menghadapi Garuda pada laga pertama Grup A.
Bangladesh, Peringkat Terendah Tetapi Bukan Tanpa Ancaman
Di atas kertas, Bangladesh merupakan tim dengan peringkat terendah di Grup A. Mereka berada di posisi ke-181 dalam ranking FIFA resmi terakhir, terpaut 63 posisi dari Indonesia.
Namun, rekor pertemuan Indonesia melawan Bangladesh menunjukkan Garuda tetap pernah mengalami kesulitan. Dari tujuh pertemuan, Indonesia meraih empat kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan.
Satu-satunya kekalahan Indonesia dari Bangladesh terjadi pada Kualifikasi Piala Dunia 1986. Saat itu Bangladesh menang 2-1 atas Indonesia pada 2 April 1985.
Pertemuan terakhir kedua tim berakhir tanpa gol dalam laga persahabatan di Bandung pada 1 Juni 2022.
Bangladesh datang bukan tanpa target. Pelatih Thomas Dooley mengakui timnya menghadapi lawan-lawan dengan peringkat lebih tinggi. Tetapi menurutnya pertandingan di Grup A menjadi kesempatan bagi Bangladesh untuk menunjukkan perkembangan.
Ranking dan Rekor Memberi Gambaran Berbeda
Jika ranking FIFA digunakan sebagai salah satu indikator, Indonesia memasuki Grup A dengan posisi tertinggi, diikuti Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.
Namun, rekor head-to-head memberikan gambaran lebih beragam. Malaysia memiliki catatan kemenangan sedikit lebih banyak atas Indonesia. Sedangkan Indonesia unggul dalam jumlah kemenangan atas Singapura dan Bangladesh.
Peta itu menggambarkan tiga pertandingan Grup A memiliki cerita berbeda bagi Indonesia. Singapura menjadi ujian pertama, Malaysia menghadirkan rivalitas sekaligus rekor pertemuan paling ketat, sedangkan Bangladesh berada di posisi terbawah ranking FIFA tetapi memiliki sejarah kemenangan atas Garuda.
Bagi Timnas Indonesia, seluruh angka itu pada akhirnya akan diuji di lapangan. Ranking FIFA memberikan konteks, sementara rekor pertemuan menggambarkan sejarah.
Penentuan siapa yang melangkah lebih jauh dari Grup A tetap akan ditentukan oleh hasil pertandingan di FIFA ASEAN Cup 2026.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!